TITIKNOL.ID, PENAJAM – Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) resmi dilantik untuk masa bakti 2025-2030.
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum menghidupkan kembali olahraga masyarakat di daerah.
Bupati PPU, Mudyat Noor, menyatakan dukungan penuh terhadap keberadaan KORMI sebagai wadah aktivitas olahraga berbasis masyarakat.
“Kita berharap olahraga masyarakat bisa kembali hidup. Selain sebagai ajang silaturahmi, juga membangkitkan semangat kebersamaan di PPU,” ujarnya usai pelantikan, Selasa (28/4/2026).
Ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam setiap kegiatan olahraga. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat perlu dijaga untuk menciptakan suasana yang tertib dan harmonis.
Sementara itu, Ketua KORMI PPU, Sariman, menyebut kepengurusan yang dilantik berjumlah 27 orang. Saat ini, terdapat 25 induk organisasi olahraga (inorga) yang tergabung, mayoritas berbasis olahraga tradisional.
Ia menegaskan, KORMI tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pada aspek kesehatan dan kegembiraan masyarakat.
“KORMI bisa diikuti semua kalangan, dari anak-anak hingga lansia. Ini yang membedakan dengan KONI,” katanya.
Ke depan, KORMI PPU akan fokus pada pembinaan untuk mendorong masyarakat lebih aktif berolahraga. Jumlah inorga juga berpotensi bertambah, seiring banyaknya cabang olahraga rekreasi yang berkembang secara nasional.
“Secara nasional ada puluhan inorga, jadi peluang bertambah masih terbuka,” ujarnya.
Selain itu, KORMI PPU menargetkan dapat mengikuti ajang Pekan Olahraga Rekreasi Nasional (PORNAS) 2027. Seleksi atlet direncanakan mulai dilakukan melalui program pembinaan tahun ini.
Beberapa cabang yang dinilai berpotensi antara lain panahan, kungfu tradisional, dan sumpit.
Untuk mendukung program tersebut, KORMI PPU menerima dana hibah sebesar Rp200 juta. Namun, jumlah itu dinilai masih terbatas untuk pembinaan yang lebih optimal.
“Harapannya ada tambahan dukungan anggaran, supaya pembinaan bisa lebih maksimal dan kita bisa kirim kontingen,” ujarnya.
(TN01)












