TitiknolKaltara

Bareng TNI, Polda Kaltara Gelar Simulasi Pengamanan Pemilu 2024 di Tarakan

190
×

Bareng TNI, Polda Kaltara Gelar Simulasi Pengamanan Pemilu 2024 di Tarakan

Sebarkan artikel ini

Pasukan reaksi cepat Brimob melumpuhkan provokator massa pada simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang dilaksanakan Polda Kaltara di Kota Tarakan, Selasa (17/10/2023). POLDA KALTARA

TITIKNOL.ID, TARAKAN – Kepolisian Daerah Kalimantan Utara (Polda Kaltara) menggelar simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) dalam rangka meningkatkan kesiapan pengamanan Pemilu 2024. 

Simulasi itu dilaksanakan dengan melibatkan kekuatan personel Polri dan unsur lainnya baik TNI maupun Pemerintah Daerah. Simulasi dilaksanakan di Taman Berkampung, Kota Tarakan, Selasa (17/10/2023).

Kapolda Kaltara Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol.) Daniel Adityajaya mengatakan, latihan Sispamkota untuk memaksimalkan persiapan personel pengamanan dari satuan tugas gabungan Polda Kaltara, Korem 092/Maharajalila, dan pemangku kepentingan terkait.

“Dalam pemilu ini, Polri memiliki peran yang sangat strategis karena Polri melaksanakan tugas pokok fungsinya yang langsung bersentuhan dengan objek pengamanan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif pelaksanaan tahapan,” ujar Kapolda.

Ia menegaskan, situasi dan kondisi kamtibmas yang kondusif merupakan syarat utama dalam menyelenggarakan Pemilu 2024.

Oleh karena itu, ucap Kapolda Kaltara, giat tersebut merupakan salah satu upaya penting untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme personel Polda Kaltara dengan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapan dalam menghadapi berbagai situasi dan kondisi ke depannya.

“Apabila dalam penyelenggaraan Pemilu 2024 tidak berjalan dengan lancar, maka dapat berdampak pada terhambatnya kegiatan pemerintahan yang berpengaruh kepada seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.

Menurut Kapolda, berbagai potensi kerawanan dapat terjadi pada setiap tahapan pemilu yang berupa pelanggaran tindak pidana pemilu, termasuk tindak pidana umum, sehingga hal tersebut harus dikelola dan tangani secara prediktif, profesional, dan transparan serta akuntabel.

“Oleh karena itu, mengamankan penyelenggaraan Pemilu 2024 merupakan tanggungjawab bersama TNI dan Polri serta stakeholder lainnya,” tutur Kapolda Kaltara.

Baca Juga:   Pemprov-DPRD Genjot Ranperda Pajak dan Retribusi, Tuntas Paling Lambat September

Melalui latihan itu, dia berharap personel yang terlibat pengamanan dapat mengerti yang menjadi tugasnya, dan mampu berkoordinasi antar fungsi dan satuan kerja serta memahami cara bertindak pada saat menerima informasi ataupun arahan dari para pimpinan yang berada di lapangan.

Adapun simulasi Sispamkota pengamanan tahapan Pemilu melalui beberapa skenario mulai dari tahap kampanye, masa tenang, tahap pendistribusian logistik, tahap pungut suara, dan tahap penetapan hasil Pemilu. (rls)