TITIKNOL.ID – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika merilis prediksi posisi hilal penentu awal bulan Zulhijah 1447 Hijriah yang menjadi acuan penetapan Hari Raya Idul Adha 2026.
Berdasarkan data BMKG, konjungsi geosentrik atau ijtima’ diperkirakan terjadi pada Minggu, 17 Mei 2026.
Konjungsi geosentrik merupakan peristiwa ketika bujur ekliptika bulan sama dengan bujur ekliptika matahari dengan pengamat diasumsikan berada di pusat bumi.
BMKG menyebut ketinggian hilal saat matahari terbenam pada 17 Mei 2026 berkisar antara 3,29 derajat di Merauke hingga 6,95 derajat di Sabang.
Sementara itu, elongasi hilal diperkirakan berada pada rentang 8,91 derajat hingga 10,62 derajat.
Indonesia sendiri menggunakan kriteria MABIMS dalam penentuan hilal, yakni tinggi minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat agar hilal dinyatakan dapat teramati.
“Secara astronomis pelaksanaan rukyat hilal penentu awal bulan Zulhijah 1447 H dilakukan setelah matahari terbenam tanggal 17 Mei 2026,” tulis BMKG.
Pemerintah nantinya akan menetapkan awal Zulhijah melalui sidang isbat yang digelar Kementerian Agama Republik Indonesia.
Jika 1 Zulhijah ditetapkan jatuh pada 18 Mei 2026, maka Hari Raya Idul Adha atau Lebaran Haji diperkirakan akan dirayakan pada Rabu, 27 Mei 2026. (*/)
BMKG Prediksi Idul Adha 2026 Jatuh pada 27 Mei, Hilal Zulhijah Sudah Memenuhi Kriteria












