Nasional

BMKG Prediksi Idul Adha 2026 Jatuh pada 27 Mei, Hilal Zulhijah Sudah Memenuhi Kriteria

1
×

BMKG Prediksi Idul Adha 2026 Jatuh pada 27 Mei, Hilal Zulhijah Sudah Memenuhi Kriteria

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi melihat hilal untuk menentukan awal Ramadhan. Foto: Getty Images/JasonDoiy

TITIKNOL.ID – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika merilis prediksi posisi hilal penentu awal bulan Zulhijah 1447 Hijriah yang menjadi acuan penetapan Hari Raya Idul Adha 2026.

‎Berdasarkan data BMKG, konjungsi geosentrik atau ijtima’ diperkirakan terjadi pada Minggu, 17 Mei 2026.

‎Konjungsi geosentrik merupakan peristiwa ketika bujur ekliptika bulan sama dengan bujur ekliptika matahari dengan pengamat diasumsikan berada di pusat bumi.

‎BMKG menyebut ketinggian hilal saat matahari terbenam pada 17 Mei 2026 berkisar antara 3,29 derajat di Merauke hingga 6,95 derajat di Sabang.

‎Sementara itu, elongasi hilal diperkirakan berada pada rentang 8,91 derajat hingga 10,62 derajat.

‎Indonesia sendiri menggunakan kriteria MABIMS dalam penentuan hilal, yakni tinggi minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat agar hilal dinyatakan dapat teramati.

‎“Secara astronomis pelaksanaan rukyat hilal penentu awal bulan Zulhijah 1447 H dilakukan setelah matahari terbenam tanggal 17 Mei 2026,” tulis BMKG.

‎Pemerintah nantinya akan menetapkan awal Zulhijah melalui sidang isbat yang digelar Kementerian Agama Republik Indonesia.

‎Jika 1 Zulhijah ditetapkan jatuh pada 18 Mei 2026, maka Hari Raya Idul Adha atau Lebaran Haji diperkirakan akan dirayakan pada Rabu, 27 Mei 2026. (*/)