Nasional

JK Minta Bertemu Prabowo, Bahas Ekonomi hingga Kondisi Fiskal Jadi Sorotan‎‎

3
×

JK Minta Bertemu Prabowo, Bahas Ekonomi hingga Kondisi Fiskal Jadi Sorotan‎‎

Sebarkan artikel ini

TITIKNOL.ID – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, dijadwalkan bertemu Presiden setelah mengajukan permohonan waktu untuk bersilaturahmi dengan kepala negara.

‎Informasi tersebut disampaikan Sekretaris Kabinet . Menurutnya, permintaan pertemuan itu telah disampaikan JK kepada Presiden beberapa hari lalu.

‎”Pak Wapres Jusuf Kalla beberapa hari lalu meminta waktu bertemu kepada Presiden Prabowo. Beliau akan datang bersama putra beliau yang juga seorang pebisnis,” kata Teddy dalam keterangan resmi, Kamis (11/6).

‎Teddy menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut JK tidak datang sendiri, melainkan akan didampingi putranya yang saat ini juga aktif di dunia usaha.

Namun, ia belum mengungkapkan secara rinci waktu pelaksanaan maupun agenda pembahasan yang akan dibicarakan kedua tokoh nasional tersebut.

‎Meski demikian, Teddy menegaskan bahwa Presiden Prabowo selama ini membuka ruang komunikasi dengan berbagai kalangan, termasuk tokoh bangsa, akademisi, dan pelaku usaha.

‎Menurutnya, komunikasi dan silaturahmi dengan berbagai elemen masyarakat merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi nasional dalam mendukung pembangunan dan menghadapi berbagai tantangan yang ada.

‎Rencana pertemuan tersebut menjadi perhatian karena muncul di tengah sejumlah pandangan dan masukan yang belakangan disampaikan JK terkait kondisi ekonomi nasional.

‎Dalam sebuah seminar publik beberapa waktu lalu, JK menyoroti pentingnya penguatan kondisi fiskal sebagai salah satu instrumen utama dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan pasar.

‎Ia menilai pengelolaan anggaran negara harus dilakukan secara hati-hati agar ruang fiskal tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global maupun berbagai kebutuhan pembangunan dalam negeri.

‎Menurut JK, persoalan fiskal memiliki keterkaitan langsung dengan kondisi ekonomi suatu negara sehingga keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran perlu dijaga secara cermat.

‎”Krisis ekonomi itu berhubungan dengan fiskal. Fiskal itu uang, anggaran, dan sebagainya. Jadi, untuk mengatasi itu, maka pengeluaran diturunkan. Pemasukan dinaikkan,” ujar JK sebagaimana dikutip dari Antara. (*/)