TITIKNOL.ID, PENAJAM – Polres Penajam Paser Utara (PPU) terus mendorong lahirnya generasi muda yang siap mengabdi sebagai anggota Polri.
Melalui sosialisasi rekrutmen Polri Tahun Anggaran 2027, para pelajar diajak mempersiapkan diri sejak dini agar mampu bersaing dalam proses seleksi.
Sosialisasi yang digelar Polsek Penajam berlangsung di SMA Negeri 1 Penajam, Kamis (30/7/2026), dengan menghadirkan materi seputar pemeriksaan kesehatan bagi calon Taruna-Taruni Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, dan Tamtama Polri. Kegiatan tersebut diikuti ratusan siswa dengan antusias.
Hadir dalam kegiatan itu Komandan Kodim 0913/PPU Letkol Inf. Fandy Satria Dwi Wahyuono, Danramil 0913-01/Penajam Kapten Inf. Imam S., Kapolsek Penajam AKP Syaifudin, Ps. Kanit Binmas Polsek Penajam Aipda M. Ali Mansur, Babinsa Penajam Serka Cahyo, dewan guru, serta para pelajar SMA Negeri 1 Penajam.
Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara melalui Kapolsek Penajam AKP Syaifudin mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan informasi yang benar, terbuka, dan transparan mengenai proses penerimaan anggota Polri.
Dengan demikian, para pelajar dapat mempersiapkan diri secara maksimal tanpa terpengaruh informasi yang menyesatkan.
”Menjadi anggota Polri membutuhkan persiapan yang matang. Selain kemampuan akademik, calon peserta harus menjaga kesehatan jasmani dan rohani, meningkatkan kemampuan fisik, membangun karakter yang berintegritas, serta memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Persiapan sejak dini menjadi modal utama untuk meraih cita-cita tersebut,” ujar AKP Syaifudin.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan lulusan SMA memiliki tiga jalur untuk menjadi anggota Polri, yakni Tamtama, Bintara, dan Taruna-Taruni Akpol.
Sementara lulusan perguruan tinggi dapat mengikuti seleksi melalui jalur Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS).
Kapolsek juga menguraikan masa pendidikan masing-masing jalur, yaitu Tamtama selama lima bulan, Bintara tujuh bulan, SIPSS lima bulan, dan Taruna Akpol selama tiga setengah tahun.
Para peserta turut dibekali pengetahuan mengenai tahapan seleksi, terutama pemeriksaan kesehatan yang menjadi salah satu syarat utama.
Ia mengimbau para pelajar yang bercita-cita menjadi anggota Polri agar melakukan medical check-up lebih awal di rumah sakit.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini sehingga apabila ditemukan kendala dapat segera ditangani sebelum mengikuti seleksi.
AKP Syaifudin juga menegaskan seluruh proses penerimaan anggota Polri dilaksanakan berdasarkan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).
Karena itu, setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk lulus berdasarkan kemampuan dan prestasi tanpa dipungut biaya maupun menggunakan jasa perantara.
Melalui sosialisasi ini, Polres PPU berharap semakin banyak putra-putri terbaik daerah yang siap mengikuti seleksi penerimaan Polri Tahun Anggaran 2027.
Edukasi sejak dini diharapkan mampu melahirkan calon anggota Polri yang sehat, berintegritas, profesional, dan siap memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.
Kegiatan berlangsung tertib dan penuh antusiasme, ditandai dengan sesi tanya jawab interaktif antara narasumber dan para pelajar.
Selain memberikan pemahaman mengenai rekrutmen Polri, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara Polri, TNI, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam menyiapkan generasi penerus Polri yang Presisi. (*/)












