TITIKNOL.ID, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia aparatur melalui Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan IX Kelas Provinsi Kaltara Tahun 2026 yang resmi dibuka di Aula Kantor Gubernur Kaltara, Senin (20/7/2026).
Pelatihan yang diikuti para pejabat administrator tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., mewakili Gubernur Kaltara.
Dalam sambutannya, Denny mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang mendapat kesempatan mengikuti pelatihan.
Ia menegaskan bahwa PKA merupakan pelatihan struktural yang wajib diikuti Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan maupun telah menduduki jabatan administrator atau eselon III.
Menurutnya, pelatihan tersebut bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif, tetapi menjadi langkah strategis untuk mencetak pemimpin birokrasi yang adaptif, visioner, dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.
”Pelatihan ini bukan sekadar memenuhi ketentuan administratif, tetapi memiliki makna strategis dalam membentuk pemimpin birokrasi yang adaptif, visioner, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujar Denny.
Ia menjelaskan, pejabat administrator memiliki peran penting sebagai middle manager yang menjadi penghubung antara visi strategis pimpinan dengan implementasi program di lapangan.
Karena itu, kualitas kepemimpinan administrator sangat menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Denny juga menyampaikan bahwa pengembangan kompetensi ASN tidak berhenti pada Pelatihan Kepemimpinan Administrator.
ASN yang memenuhi persyaratan dapat melanjutkan ke Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II, sedangkan pejabat pimpinan tinggi pratama berkesempatan mengikuti PKN Tingkat I sesuai ketentuan yang berlaku.
”Pelayanan yang cepat, transparan, akuntabel, dan berbasis digital bukan lagi pilihan, tetapi keharusan,” tegasnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan pelatihan sebagai momentum untuk meningkatkan kapasitas sekaligus menjadi motor penggerak transformasi digital di perangkat daerah masing-masing.
”Administrator tidak boleh menjadi penghambat perubahan, tetapi harus menjadi penggerak inovasi, mampu mengambil keputusan yang adaptif, dan menjadi teladan dalam membangun budaya kerja modern yang berorientasi pada hasil,” katanya.
PKA Angkatan IX Tahun 2026 diikuti 40 peserta, terdiri atas 39 pejabat administrator di lingkungan Pemprov Kaltara serta satu pejabat administrator dari Kejaksaan Tinggi Kaltara.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kaltara Bangkit Sormin, S.H., M.H., Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltara Sipta Meylina, S.Psi., M.M., serta para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kaltara. (Advertorial/dkisp)












