TITIKNOL.ID, KALTARA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan Kerajaan Negeri Sabah, Malaysia, resmi menyepakati langkah percepatan pertumbuhan ekonomi perbatasan melalui hasil Sidang Ke-28 Kelompok Kerja/Jawatankuasa Kerja Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia (KK/JKK Sosek Malindo).
Kesepakatan strategis ini mencakup penguatan rantai pasok perdagangan lintas batas, kemudahan mobilitas warga, serta jaminan stabilitas keamanan wilayah beranda depan kedua negara.
Melalui sinergi bilateral ini, Pemprov Kaltara memproyeksikan integrasi pasar yang semakin solid untuk menopang proyek strategis daerah. Komoditas unggulan Kaltara di sektor perikanan, kelautan, pengolahan rumput laut, dan ketahanan pangan dipastikan memiliki akses distribusi yang lebih luas ke pasar Sabah.
Sebaliknya, konektivitas industri di kawasan perbatasan juga bakal diperkuat seiring berkembangnya Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning-Mangkupadi dan penyediaan energi bersih dari PLTA Kayan Cascade.
Mewakili Gubernur Kaltara, Wakil Gubernur Ingkong Ala, S.E., M.Si., menegaskan bahwa forum Sosek Malindo adalah motor penggerak ekonomi yang manfaatnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat perbatasan.
“Hubungan Kaltara dan Sabah diikat oleh sejarah dan budaya serumpun,” tutur Wagub Ingkong Ala jamuan makan malam delegasi dua daerah serumpun ini di Tarakan, Kamis (30/7/2026).
Menurutnya, kesepakatan yang telah dirumuskan ini harus diimplementasikan agar memberi dampak langsung pada peningkatan kesejahteraan, kenyamanan aktivitas sosial, serta kelancaran perdagangan masyarakat di kedua wilayah.
Selain dampak perdagangan, kerja sama ini menyasar penguatan akses layanan kesehatan, pendidikan, dan keselamatan di sepanjang garis batas negara. Dengan kondisi keamanan wilayah yang semakin terjaga, iklim investasi hijau dan aktivitas pengusaha lokal di perbatasan Kaltara–Sabah diyakini akan bertumbuh lebih pesat dan berkelanjutan.
Pemprov Kaltara optimistis, komitmen bersama ini menjadi pijakan kokoh untuk menjadikan kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang tangguh, makmur, dan berdaya saing global. (Advertorial)












