TITIKNOL.ID – Anggaran pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp48,8 triliun untuk periode 2025–2029.
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono mengatakan anggaran tersebut dialokasikan untuk mendukung tiga tahap pembangunan, mulai dari konektivitas, kawasan perkantoran, hingga pembangunan hunian vertikal negara.
Tahap pertama diarahkan untuk pembangunan konektivitas yang mendukung investasi. Di antaranya peningkatan akses jalan sepanjang 12,1 kilometer di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1B dan 1C, penataan kawasan Sepaku, serta penataan ruang terbuka hijau (RTH).
Tahap kedua mencakup pembangunan kawasan perkantoran lembaga legislatif dan yudikatif beserta berbagai infrastruktur pendukung. Basuki menyebut progres rata-rata pembangunan kawasan tersebut saat ini telah mencapai 13,6 persen.
Sementara tahap ketiga diarahkan pada pembangunan hunian vertikal negara beserta infrastruktur pendukungnya. Hunian tersebut diperuntukkan bagi personel lembaga legislatif dan yudikatif serta aparatur sipil negara (ASN).
“APBN dalam menyelesaikan yudikatif dan legislatif, sudah kami hitung waktu itu dengan perencanaan dan dari prasarana, itu membutuhkan Rp48,8 triliun untuk gedung-gedung, untuk kawasan, dan untuk konektivitasnya,” terang Basuki saat ditemui wartawan di KIPP IKN, Kalimantan Timur, Senin (17/8/2026).
Selain melalui APBN, pembangunan IKN juga didukung skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), investasi swasta, hingga hibah.
Untuk skema KPBU, nilai proyek yang tercatat mencapai Rp134,22 triliun. Dana tersebut diarahkan untuk pembangunan hunian, jalan, serta Multi-Utility Tunnel (MUT).
Pada sektor hunian, terdapat tujuh perusahaan pemrakarsa yang terlibat dalam pembangunan, salah satunya PT Intiland Development Tbk. Perusahaan tersebut membangun 109 rumah tapak dan 41 tower rumah susun.
Sementara itu, nilai investasi swasta yang masuk ke IKN tercatat mencapai Rp74,54 triliun. Basuki menyebut investasi tersebut diarahkan untuk pembangunan berbagai fasilitas, mulai dari hotel, rumah sakit, pusat perbelanjaan, rumah makan, prasarana olahraga, hingga kawasan rekreasi.
Sejumlah investor yang terlibat di antaranya perusahaan properti asal Dubai, PT Dejem Nusantara Development, perusahaan asal Korea Selatan PT Dian Jaya Indonesia, serta perusahaan asal China PT Starbright International Investment.
Basuki mengatakan sejumlah investor tersebut telah mulai melakukan pengerjaan proyek di kawasan IKN.
“Dari Dejem itu membangun mal sebesar Rp4 triliun, 10 hektare, sudah dilunasi tanahnya. Delapan hektare untuk mal, dua hektare untuk wakaf mereka mau bikin masjid. Insyaallah mulai dari 2027 mereka akan siap mulai bekerja,” jelasnya.
Sementara PT Starbright International Investment dari China disebut membangun empat tower hunian dan bangunan komersial dengan nilai investasi Rp1,25 triliun. Proyek tersebut, kata Basuki, sudah mulai memasuki tahap persiapan tenaga kerja.
Adapun PT Dian Jaya Indonesia asal Korea Selatan akan mengembangkan kawasan komersial dengan 25 tower. Basuki menyebut desain kawasan tersebut mengusung konsep futuristik.
Dengan dukungan berbagai skema pembiayaan tersebut, pembangunan IKN terus diarahkan tidak hanya pada penyelesaian infrastruktur pemerintahan, tetapi juga pengembangan kawasan yang mampu menarik investasi dan membangun ekosistem ekonomi baru di Kalimantan Timur.
Berikut rincian sumber pendanaan dan proyek pembangunan IKN:
APBN Rp 48,8 Triliun
Batch 1 (2025)
1. 12,1 km peningkatan jalan akses KIPP 1B & 1C
2. Penataan kawasan Sepaku
3. Penataan RTH
Batch 2 (2025-2027)
1. Gedung DPR
2. Gedung DPD
3. Gedung MPR
4. Gedung Sidang Paripurna
5. Gedung MA
6. Gedung MK dan KY
7. Kantor Pendukung
8. Jalan Kawasan Legislatif
9. Jalan Kawasan Yudikatif
10. Jalan Kawasan Pendukung KIPP 1A
11. Embung KIPP 1B
12. Embung KIPP 1C
13. Kolam Retensi
14. Jaringan Perpipaan Air Minum
Batch 3 (2026-2028)
1. Hunian personel lembaga legislatif, yudikatif, dan ASN
2. Infrastruktur pendukung (jalan & MUT,sanitasi, air minum, penataan kawasan)
Kerja Sama Pemerintah & Badan Usaha (KPBU) Rp 134,22 Triliun
Pemrakarsa Hunian
1. Intiland (109 rumah tapak, 41 tower rusun)
2. Nindya (8 tower rusun)
3. Guangxi – DMT (11 tower rusun)
4. Samsung C&T (21 tower rusun)
5. PJ-IC (20 tower rusun)
6. IJM-CHEC (20 tower rusun)
7. PT Hutama Karya (10 tower rusun)
Pemrakarsa Jalan & MUT
1. PT Sumber Mitra Jaya (17,67 km)
2. CSCEC (31,36 km)
3. PT Adhi Karya (15,48 km)
4. Nindya – Brantas (21,67 km)
5. CHEC – IJM (26,9 km)
6. Guangxi – DMT (21,04 km)
Investasi Swasta Rp 74,54 Triliun
1. PT Dejem Nusantara Development
2. PT Dian Jaya Indonesia
3. PT Starbright International Investment
4. PT Panca Karya Sentosa
5. PT Fajar Maju Karya Gemilang
6. PT Plataran Boga Rasa
7. PT Haupstadt Indonesia Borneo
8. PT Electronic City Indonesia
9. dan lain-lain (*/)
Anggaran APBN untuk IKN Capai Rp48,8 Triliun, Basuki Ungkap Tiga Tahap Pembangunan










