SendawarTitiknolKaltim

Rakor Pengendalian Inflasi dengan Kemendagri, Pemkab Kubar Pastikan Stok dan Pasokan Cabai Aman

5
×

Rakor Pengendalian Inflasi dengan Kemendagri, Pemkab Kubar Pastikan Stok dan Pasokan Cabai Aman

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

TITIKNOL.ID, SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) memastikan stok cabai di wilayahnya masih aman meski terjadi kenaikan harga dalam sepekan terakhir.

‎Kondisi tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual melalui Zoom Meeting, Rabu (23/9/2026).

‎Rapat diikuti Pemkab Kubar dari Ruang Rapat Diklat Sekretariat Daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Sumber Daya Alam (Asisten II) Suwito serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kubar Rion.

‎Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut rapat koordinasi pengendalian inflasi yang digelar pada 21 September 2026. Salah satu fokus pembahasan adalah ketersediaan dan perkembangan harga komoditas cabai.

‎Plt. Inspektur Jenderal Kemendagri Bachril Bakri menyampaikan, pada minggu ketiga September 2026 terdapat 265 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga cabai rawit dan 248 daerah mengalami kenaikan harga cabai merah.

‎Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah pusat untuk mengidentifikasi faktor penyebab kenaikan harga sekaligus menyusun langkah penanganan di masing-masing daerah.

‎Bachril juga meminta pemerintah daerah menyiapkan langkah pengendalian harga cabai untuk disampaikan dalam rapat koordinasi berikutnya yang dijadwalkan pada Senin (28/9/2026).

‎Mewakili Bupati Kutai Barat, Suwito mengatakan kondisi harga cabai di wilayah Kubar masih relatif terkendali berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan pemantauan pasar, khususnya di sekitar Sendawar.

‎“Untuk harga cabai masih terkendali dengan harga tertinggi berkisar Rp80.000 per kilogram. Pasokan cabai di Kutai Barat saat ini masih lancar,” ujar Suwito.

‎Ia mengajak masyarakat turut memperkuat ketahanan pangan keluarga dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai, baik menggunakan pot maupun lahan kosong yang tersedia.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kubar Rion mengatakan, hasil pemantauan selama sepekan menunjukkan tidak terjadi perubahan harga yang signifikan.

‎Pada Selasa (22/9/2026), harga cabai di sejumlah pasar, seperti Pasar Jaras, Pasar Barong Tongkok dan Pasar Melak, berada di kisaran Rp80.000 per kilogram dengan ketersediaan stok yang masih aman.

‎“Stok cukup aman untuk Kutai Barat. Yang perlu disikapi bersama adalah masyarakat lebih bijaksana dalam memanfaatkannya,” kata Rion.

‎Ia menjelaskan, dalam sepekan terakhir harga cabai mengalami kenaikan sekitar Rp2.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp78.000 menjadi Rp80.000.

‎“Mudah-mudahan perubahannya tidak terlalu signifikan,” ujarnya.

‎Rion mengimbau masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan cabai dari pasar. Menurutnya, budidaya cabai dan tanaman pangan lainnya di pekarangan rumah maupun lahan kosong dapat menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga.

‎“Kalau bisa, cabai maupun sayur-sayuran ditanam sendiri di pekarangan atau lahan kosong yang tersedia, sehingga bisa dikembangkan dan dibudidayakan secara mandiri oleh masing-masing keluarga,” pungkasnya. (*/)