Wagub Yansen Minta Sosialisasi Pentingnya Cek Pertumbuhan Anak di Posyandu

Ilustrasi – Wagub Kaltara Yansen TP mendampingi dan memberikan makanan tambahan kepada salah satu balita di Pulau Bunyu pada kegiatan kolaborasi penurunan stunting antara Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan PT. Pertamina EP Bunyu, beberapa waktu lalu. DKISP/RED

TITIKNOL.ID, TANJUNG SELOR – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara meminta Bupati/Wali Kota, Camat, dan Kepala Desa sosialisasikan kepada warganya terkait pentingnya mengecek pertumbuhan anak di Posyandu.

“Termasuk kepada jajaran Pemprov Kalimantan Utara, harus berperan aktif mengajak masyarakat agar mengukur tinggi dan berat badan anaknya di Posyandu,” kata Wagub Yansen TP di Tanjung Selor, Senin (28/8/2023). 

Dia menegaskan, pentingnya mengecek tumbuh kembang anak di Posyandu sebagai salah satu upaya pencegahan dan deteksi dini stunting pada anak. 

Menurut dia, aktifnya seluruh komponen merupakan tindakan nyata untuk menjadikan anak-anak Indonesia di Kalimantan Utara tumbuh dan memiliki masa depan yang unggul dan sehat. 

“Anak-anak Kalimantan Utara harus menjadi generasi unggul untuk meneruskan peran penting dalam bangsa,” tutur Wagub. 

Untuk diketahui, Wagub Kalimantan Utara Yansen TP membuka Kampanye Optimalisasi Pelayanan Posyandu pada Setiap Bulan Timbang, secara daring di ruang kerjanya pada Senin (28/8/2023).

Sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Kalimantan Utara, dia memberikan apresiasi dan merespons positif terhadap kegiatan tersebut karena dapat membangun kolaborasi yang baik dalam pencegahan stunting. 

Kasus stunting, seperti yang telah diketahui, dapat dikenali dari karakteristik fisik anak, terutama perbedaan tinggi badan dengan anak sebaya. Keadaan ini terjadi akibat gangguan pertumbuhan yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi yang memadai. 

Pertumbuhan anak bukan hanya sebatas berat badan, tetapi juga mencakup tinggi badan. Tinggi badan anak menjadi indikator penting dalam mengenali stunting, karena itu mencerminkan tingkat pemenuhan nutrisi yang diterima oleh anak.

Baca Juga:   Mengenal Lebih Dekat Keindahan dan Kehidupan Masyarakat Desa Setulang (1)

Wagub mengatakan, pemahaman bahaya stunting masih perlu ditingkatkan di masyarakat. Oleh karena itu, sangat penting untuk memberikan arahan dan informasi yang lebih dini. 

Dan, Posyandu memiliki peran krusial dalam hal ini dengan menggunakan alat antropometri yang disediakan oleh Kementerian Kesehatan RI. Alat ini sangat membantu mendeteksi lebih awal potensi perlambatan pertumbuhan berat badan anak yang bisa berujung pada malnutrisi kronik dan akhirnya stunting. 

“Dengan deteksi dini ini, langkah-langkah pencegahan dan intervensi bisa diambil sebelum masalah bertambah serius,” ujarnya.

Pada 2023, terdapat total 781 Posyandu aktif di Kalimantan Utara dengan rincian 149 di Kota Tarakan, 211 di Kabupaten Bulungan, 259 di Kabupaten Nunukan, 126 di Kabupaten Malinau, dan 36 di Kabupaten Tana Tidung. 

Wagub Yansen TP mengatakan, Pemerintah sudah menerapkan setiap Februari dan Agustus menjadi bulan timbangan dengan pemberian vitamin A pada balita juga melakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan. 

Langkah ini untuk dapat mengetahui status gizi balita yang merupakan tolak ukur status gizi masyarakat.

Data menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat Kalimantan Utara dalam kegiatan penimbangan balita di Posyandu mengalami penurunan. Jumlah kunjungan balita ke Posyandu pada semester pertama 2023 hanya mencapai rata-rata 30,25 persen dari target seharusnya 90 persen.

Selain itu, data dari Sistem Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat menunjukkan bahwa pada Juni dan Juli 2023, capaian pengukuran masih jauh di bawah jumlah sasaran yang seharusnya diukur. 

Pada Juni 2023, capaian pengukuran hanya mencapai 26,4 persen, sedangkan pada Juli 2023, capaian tersebut turun menjadi 24,1 persen. (dkisp/red/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *