Wakil Ketua DPRD Kaltara, Andi Hamzah. TITIKNOL.ID
TITIKNOL.ID, TANJUNG SELOR – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Utara Andi Hamzah mengatensi maraknya peristiwa kebakaran permukiman warga akhir-akhir ini dan meminta para pihak mengambil langkah pencegahan, seperti pengadaan hidran.
“Kami akan memanggil sejumlah pihak terkait untuk mengupayakan solusi pencegahan dini peristiwa kebakaran,” kata Andi Hamzah di Tanjung Selor.
Para pihak yang akan dipanggil untuk membicarakan solusi ini antara lain BPBD, PT. PLN (Persero), Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, dan instansi terkait lainnya.
Dia menyebut, kebakaran permukiman warga menyebabkan kerugian matetil yang cukup besar, bahkan beberapa kejadian terdapat korban kebakaran. Berdasarkan analisa penyidik kepolisian, kebakaran permukiman banyak disebabkan karena hubungan arus pendek listrik.
“Maka perlu juga keterlibatan PT. PLN dalam mengantisipasi kejadian kebakaran, termasuk kesadaran masyarakat juga perlu ditingkatkan,” tuturnya.
Ia mengatakan, musibah bukan kuasa dan tidak diharapkan oleh masyarakat. Tetapi dapat dicegah jika semua pihak serta sistem berjalan dengan baik. Oleh karena itu, menurutnya penting untuk membicarakan kembali dan mencari solusi bersama agar kebakaran tidak terus berulang.
“Selain instansi level provinsi, juga perlu pembicaraan di tingkat kabupaten/kota,” ujarnya.
Ia berpandangan, salah satu faktor penyebab lambatnya proses pemadaman adalah akses ke lokasi yang sulit. Dia mencontohkan, dua kali kejadian kebakaran di kawasan pesisir Kota Tarakan, menjadi bukti sulitnya armada pemadam mengakses lokasi. Akibatnya, proses pemadaman terhambat, hingga menghanguskan banyak rumah.
“Solusinya bisa dibangun hidran-hidran air di daerah padat pemukiman dan kendalanya bagaimana, apa solusinya nanti, dibahas pada pertemuan,” kata Andi Hamzah.
Penyebab lain, menurut dia, adalah kesemrawutan jaringan listrik di wilayah pesisir atau kawasan padat penduduk. Maka pihak PT. PLN perlu melakukan langkah-langkah terkait sistem jaringan atau sambungan listrik di kawasan permukiman warga.
BPBD Provinsi Kalimantan Utara mencatat, pada 2022 terjadi sebanyak 53 kali kebakaran bangunan atau menyumbang 17 persen dari total bencana.
Rincinya, tujuh kali kebakaran bangunan di Kota Tarakan, 19 kali di Kabupaten Bulungan, delapan kali Kabupaten Malinau, enam kali di Kabupaten Tana Tidung, dan 13 kali di Kabupaten Nunukan.
Baru-baru ini, pada 29 Juni 2023 kebakaran terjadi di Kota Tarakan menghanguskan 50 rumah warga dan menyebabkan 423 jiwa sementara tinggal di posko pengungsian.
Kemudian Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI mencatat kebakaran juga terjadi pada 14 Juni 2023 di Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan dan menyebabkan empat orang meninggal dunia.
Pada 7 Juni 2023, kebakaran menghanguskan tujuh rumah di Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan.
Pada 23 Mei 2023, kebakaran terjadi Jalan Meranti Kabupaten Bulungan menyebabkan dua rumah kontrakan serta satu sekolah dasar terbakar.
Selanjutnya pada 7 Mei 2023, bencana kebakaran juga melanda Pasar Pagi Kabupaten Nunukan menghanguskan 13 kios dan dua gudang pedagang.
Di hari yang sama, 7 Mei 2023, kebakaran melanda pabrik es batu di Jalan Pangeran Aji Iskandar, Kota Tarakan.
Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes juga mencatat bencana kebakaran di Sebatik Utara, Kabupaten pada 27 April 2023 disebabkan korsleting listrik.
Selanjutnya, pada 6 Agustus 2023 kebakaran kembali melanda Kelurahan Selumit Pantai, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan menyebabkan 121 rumah rusak. Di lokasi yang sama, kembali terjadi kebakaran pada 22 Agustus 2023 menyebabkan 15 unit rumah warga ludes terbakar.
Selanjutnya pada 5 September 2023, peristiwa kebakaran menghanguskan lima unit rumah warga di Kelurahan Tanjung Palas Hilir, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan. (red/adv)












