TitiknolKaltara

Gubernur Zainal Ajak Semua Pihak Lestarikan Kebudayaan Lokal Kaltara

151
×

Gubernur Zainal Ajak Semua Pihak Lestarikan Kebudayaan Lokal Kaltara

Sebarkan artikel ini

Wakil Gubernur Kaltara, Drs H Zainal A Paliwang SH, M.Hum – Dr Yansen TP, M.Si mengikuti Rapat Persiapan Silaturahmi Komite Indonesia Bersatu di Ruang Rapat Benuanta, Kantor Gubernur, Senin (18/9/2023). DKISP

TITIKNOL.ID, TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara mengajak seluruh komponen masyarakat melestarikan budaya lokal daerah melalui penyelenggaraan festival budaya secara rutin. 

“Tujuan kita adalah mempertahankan budaya lokal, salah satunya sering-sering melaksanakan pertunjukan budaya,” kata Gubernur Kalimantan Utara Zainal A Paliwang di Tanjung Selor, Senin. 

Seringnya pertunjukan budaya digelar akan memacu masyarakat khususnya generasi muda menyaksikan yang diharapkan mereka bisa turut menjadi pelaku pelestari budaya lokal. 

Ada tiga suku lokal Kalimantan Utara yang kaya akan tradisi, adat istiadat, dan budayanya yaitu Suku Bulungan, Suku Tidung, dan Suku Dayak. 

Selain itu Kalimantan Utara juga dihuni pendatang dari beragam suku bangsa di Tanah Air seperti Jawa, Sunda, Bugis, Makassar, Melayu, dan lainnya. 

Seiring upaya pelestarian budaya, Gubernur Kalimantan Utara mengharapkan tokoh-tokoh adat, tokoh masyarakat, serta paguyuban memberi masukan dan pemikirannya untuk penguatan pembinaan budaya dan sejarah di Kalimantan Utara. 

“Selain pertunjukan budaya, juga perlu forum ilmiah yang berhubungan dengan budaya, mengadakan kajian dan penelitian budaya dan sejarah di Kalimantan Utara,” ujarnya. 

Sejumlah pesta budaya yang cukup dikenal di Kalimantan Utara adalah Birau Bulungan. Birau adalah sebuah festival budaya yang menjadi agenda tahunan dan berlangsung di Kabupaten Bulungan dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Bulungan dan Kota Tanjung Selor pada 12 Oktober setiap tahunnya. 

Di Kota Tarakan, ada Iraw Tengkayu, berasal dari bahasa Tidung yang merupakan gabungan dari kata Iraw yang berarti perayaan atau pesta dan Tengkayu yang berarti wilayah air asin atau daerah pesisir pantai. Iraw Tengkayu warisan, upacara adat lama suku Tidung yang diangkat kembali untuk ditampilkan sebagai atraksi budaya. Secara sederhana itu dapat diartikan pesta laut.

Baca Juga:   ASN Kaltara Diwanti-wanti Hindari Politik Praktis

Kabupaten Malinau tidak kalah menariknya. Di daerah ini terdapat pesta budaya Irau Malinau yang digelar dua tahun sekali pada 26 Oktober. Irau Malinau selalu menghadirkan penampilan-penampilan budaya lokalnya yang sangat khas. 

Kabupaten Tana Tidung juga memiliki festival budaya Irau yang menampilkan atraksi budaya, penampilan kesenian lokal, serta jajanan kuliner lokal. 

Pesta-pesta budaya lainnya juga banyak ditampilkan setiap tahun oleh masyarakat yang tersebar di daerah lainnya di Kalimantan Utara seperti Krayan, Kabupaten Nunukan. (red)