Ilustrasi – Bupati Bulungan Syarwani panen capai. HO
TITIKNOL.ID, TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten Bulungan menyatakan kesiapan daerahnya menjadi daerah penyangga kebutuhan pangan bagi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, dengan berbagai potensi dan salah satu upayanya adalah menetapkan kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
“Bulungan siap menjadi penyangga IKN melalui LP2B dan itu menjaga status lahan pertanian dari alih fungsi lahan sehingga pasokan beras akan terkendali,” kata Bupati Bulungan, Syarwani di Tanjung Selor, Senin (13/11/2023).
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Bulungan mengoptimalkan lahan pertanian pangan seluas 1.000 hektar di Desa Sajau Hilir (Kecamatan Tanjung Palas Timur). Selain itu, memaksimalkan potensi Desa Panca Agung yang memiliki kapasitas produksi enam ton ton per hektar dengan kemampuan panen dua kali setahun.
Budidaya mina padi pada areal 30 hektare di Desa Lubak Manis, Kecamatan Tanjung Palas Tengah juga tengah dioptimalkan. Mina padi adalah cara yang digunakan oleh petani dengan menggabungkan teknik budidaya padi dan budidaya ikan, yang dilakukan secara bersamaan di lahan sawah.
Kabupaten Bulungan merupakan salah satu kabupaten di Kalimantan Utara yang memiliki potensi besar di bidang pertanian. Luas lahan pertanian di Kabupaten Bulungan mencapai 253.928 hektare, dengan sebagian besar digunakan untuk tanaman pangan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Bulungan, produksi tanaman pangan di Kabupaten Bulungan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2022, produksi tanaman pangan di Kabupaten Bulungan mencapai 1.214.841 ton, meningkat 4,14 persen dari tahun sebelumnya.
Produksi tanaman pangan utama di Kabupaten Bulungan adalah padi, jagung, ubi kayu, dan ubi jalar. Padi merupakan tanaman pangan utama di Kabupaten Bulungan, dengan produksi mencapai 543.841 ton pada 2022.
Jagung merupakan tanaman pangan kedua terbesar di Kabupaten Bulungan, dengan produksi mencapai 282.248 ton pada tahun 2022. Ubi kayu merupakan tanaman pangan ketiga terbesar, dengan produksi mencapai 249.862 ton pada 2022.
Ubi jalar merupakan tanaman pangan keempat terbesar, dengan produksi mencapai 139.090 ton pada 2022.
Peningkatan produksi tanaman pangan di Kabupaten Bulungan tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Daerah dan masyarakat.
“Kami memberikan berbagai bantuan dan fasilitas kepada petani, seperti bantuan alat dan mesin pertanian, bantuan pupuk, dan bantuan benih dan masyarakat juga semakin sadar pentingnya pertanian, sehingga semakin banyak yang beralih ke sektor pertanian,” ujar Bupati Bulungan.
Peningkatan produksi tanaman pangan di Kabupaten Bulungan memiliki dampak positif bagi perekonomian daerah. Peningkatan produksi tanaman pangan dapat meningkatkan pendapatan petani dan masyarakat sekitar.
Selain itu, peningkatan produksi tanaman pangan juga dapat mengurangi ketergantungan daerah terhadap impor pangan.
Pada sektor peternakan, Pemerintah Kabupaten Bulungan bekerja sama dengan pengusaha lokal pada budidaya ayam potong di Desa Apung Kecamatan Tanjung Selor. Begitu juga daging kambing dan babi, dikerjasamakan dengan pengusaha lokal.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Utara, produksi daging di Kabupaten Bulungan pada 2022 mencapai 230.483 kilogram. Angka ini meningkat sebesar 2,28 persen dibandingkan 2021 yang sebesar 225.182 kilogram.
Produksi daging di Kabupaten Bulungan didominasi oleh produksi daging sapi, yaitu sebesar 194.709 kilogram atau 84,50 persen dari total produksi daging. Produksi daging ayam mencapai 35.774 kilogram atau 15,50 persen dari total produksi daging.
Produksi daging sapi di Kabupaten Bulungan tersebar di 15 kecamatan. Kecamatan Tanjung Palas Timur merupakan kecamatan dengan produksi daging sapi terbesar, yaitu sebesar 50.609 kilogram.
Kecamatan Tanjung Palas Utara dan Tanjung Palas Barat berada di peringkat kedua dan ketiga dengan produksi daging sapi masing-masing sebesar 37.336 kilogram dan 35.364 kilogram.
Produksi daging ayam di Kabupaten Bulungan tersebar di 10 kecamatan. Kecamatan Tanjung Palas Timur merupakan kecamatan dengan produksi daging ayam terbesar, yaitu sebesar 14.389 kilogram.
Kecamatan Tanjung Palas Utara dan Tanjung Palas Barat berada di peringkat kedua dan ketiga dengan produksi daging ayam masing-masing sebesar 8.047 kilogram dan 7.338 kilogram.
Peningkatan produksi daging di Kabupaten Bulungan didorong oleh beberapa faktor, antara lain peningkatan jumlah populasi ternak, terutama ternak sapi dan ayam; serta peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi daging.
Permintaan daging di IKN ke depan tentu akan meningkat dan ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi Kabupaten Bulungan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di ibu kota baru Republik Indonesia itu.
Kabupaten Bulungan memiliki potensi perikanan yang sangat besar. Hal ini didukung oleh kondisi geografisnya yang terletak di pesisir laut, serta memiliki luas wilayah laut mencapai 2.800 kilometer persegi.
Potensi perikanan di Kabupaten Bulungan terdiri dari dua, yaitu perikanan tangkap dan perikanan budidaya.
Potensi perikanan tangkap di Kabupaten Bulungan tersebar di perairan laut, sungai, danau, serta rawa. Jenis ikan yang dominan di perairan laut antara lain tuna, tongkol, cakalang, kembung, dan kerapu. Sedangkan di perairan sungai, danau, serta rawa, jenis ikan yang dominan antara lain ikan patin, ikan lele, ikan nila, dan ikan gurami.
Adapun potensi perikanan budidaya di Kabupaten Bulungan sangat besar, terutama untuk komoditas rumput laut. Luas lahan yang dapat digunakan untuk budidaya rumput laut mencapai 10.000 hektar. Selain itu, Kabupaten Bulungan juga memiliki potensi untuk mengembangkan budidaya ikan air tawar, seperti ikan nila, ikan lele, dan ikan patin.
Potensi perikanan di Kabupaten Bulungan telah memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap perekonomian daerah. Pada 2022, produksi perikanan di Kabupaten Bulungan mencapai 52.300 ton dengan nilai mencapai Rp1,5 triliun.
Pemerintah Kabupaten Bulungan terus berupaya untuk mengembangkan potensi perikanan di daerahnya. Hal ini dilakukan melalui berbagai program dan kegiatan, antara lain meningkatkan sarana dan prasarana perikanan, seperti pelabuhan perikanan, dermaga, dan TPI.
Selain itu, menyediakan bantuan modal dan pelatihan bagi nelayan dan pembudidaya ikan serta meningkatkan promosi produk perikanan.
Dengan upaya-upaya tersebut, diharapkan potensi perikanan di Kabupaten Bulungan dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan perekonomian daerah dan Nasional. (adv)












