Sandy Wijaya, pemilik Ciro Waste berpendapat, ekonomi sirkulasi berpotensi cukup besar dari pengelolaan sampah di TPS3R atau tempat pembuangan sampah reuse, reduce, dan recycle
TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Pengelolaan sampah di Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur bisa jadi potensi bagi Ciro Waste. Pihak Otorita IKN Nusantara telah memberi sinyal kepada Ciro Waste untuk masuk dalam pengolahan sampah di Ibu Kota Nusantara.
Bagi Ciro Waste nantinya di Ibu Kota Nusantara bakal terapkan penukaran sampah menjadi uang elektronik.
Dijelaskan oleh Sandy Wijaya, pemilik Ciro Waste berpendapat, ekonomi sirkulasi berpotensi cukup besar dari pengelolaan sampah di TPS3R atau tempat pembuangan sampah reuse, reduce, dan recycle, Sabtu (29/6/2024).
Berdasarkan riset dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tahun 2021, potensi ekonomi sirkular untuk tahun 2030 mencapai Rp600 triliun untuk tambahan produk bruto.
Oleh sebab itu, kata Sandy, hal ini merupakan potensi yang besar karena memiliki masalah yang besar, maka perlu dimanfaatkan lebih dengan adanya IKN Nusantara.
“Ini menjadi sebuah potensi, nanti melihat IKN Nusantara yang serba hijau, maka putra putri lokal harus ambil bagian di sana,” ucapnya.
Ciro Waste akan memainkan peran dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan kota, dengan memberdayakan industri pengelolaan sampah melalui penggunaan teknologi dan inovasi.
Untuk di IKN Nusantara, imbuh Sandy, pihaknya sedang menyiapkan ide baru yakni sebuah aplikasi yang saat ini sedang listing di Play Store dan App Store untuk kemudian bisa digunakan masyarakat.
Dengan aplikasi itu, maka masyarakat tinggal membuka gawai dan melihat jenis sampah yang memiliki nilai ekonomi.
Kemudian Ciro Waste akan menjemput sampah tersebut, dan dari pengelolaan itu nanti masyarakat akan mendapatkan upah berupa saldo atau uang elektronik.

Terpilah dari Rumah Tangga
Otorita Ibu Kota Nusantara ata IKN Nusantara telah mendukung pembangun tempat pembuangan sampah reuse, reduce, dan recycle (TPS3R).
TPS3R ini dapat dimanfaatkan untuk melayani masyarakat sekitar di luar wilayah kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP).
Meski begitu, Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Myrna Asnawati Safitri mengatakan, penyelesaian persoalan sampah ini diupayakan dari sumbernya, yakni upaya pemilahan sampah rumah tangga.
“Karena dengan terpilah dari rumah tangga, itu akan lebih memudahkan proses selanjutnya,” tuturnya, Sabtu (29/6/2024).
Selanjutnya, dengan memperkenalkan adanya green jobs, atau lapangan-lapangan kerja baru yang berbasis pada pengelolaan sampah untuk menambah pendapatan warga sekitar.
Myrna menyampaikan, pihaknya tengah menjajaki kerjasama dengan Ciro Waste, perusahaan rintisan asal Balikpapan, Kalimantan Timur.
Peluang kerjasama ini akan berfokus untuk menangani persoalan sampah.
“Kami sedang menjajaki, termasuk dengan Ciro Waste. Kira-kira peran apa yang mereka bisa ambil, tapi fasilitasnya kan sudah tersedia,” katanya. (*)










