Balikpapan

Rencana TPS Khusus di Pilkada 2024, KPU Bidik Proyek Kilang Minyak RDMP Balikpapan

233
×

Rencana TPS Khusus di Pilkada 2024, KPU Bidik Proyek Kilang Minyak RDMP Balikpapan

Sebarkan artikel ini
PILKADA MAHULU 2024 - Ilustrasi kotak suara untuk Pilkada. Dalam balutan suasana Pilkada yang diharapkannya berjalan damai, pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam pesta demokrasi Pilkada Mahulu. (antaranews.com)

KPU Balikpapan mulai menggelar rapat koordinasi pembentukan tempat pemungutan suara khusus. Di antaranya ada usulan TPS Khusus di kilang minyak RDMP Balikpapan.

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Komisi Pemilihan Umum Kota Balikpapan mulai memikirkan Tempat Pemungutan Suara di lokasi khusus untuk Pilkada 2024 Balikpapan dan Pilgub Kalimantan Timur. 

KPU Balikpapan pada Divisi Khusus dan Kelengkapan, Muhammad Rizal, menjelaskan pada Sabtu (13/7/2204) di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Dia menyampaikan, KPU Balikpapan mulai menggelar rapat koordinasi pembentukan tempat pemungutan suara khusus. 

“Rapat koordinasi sekaligus sosialisasi untuk TPS lokasi khusus adalah awal dari koordinasi kita dengan stakeholder atau lembaga untuk lokasi khusus TPS,” tuturnya. 

Dia tegaskan, kegiatan ini bertujuan untuk mengoordinasikan pembentukan TPS di lokasi-lokasi khusus.

Yakni di antaranya lokasi:

  • TPS rumah tahanan (rutan);
  • TPS lembaga pemasyarakatan (lapas).
  • TPS rumah sakit
  • TPS di kilang minyak

KPU Balikpapan juga usul soal pembentukan TPS khusus di lokasi lain, yang banyak penduduknya. 
“Seperti di proyek Pertamina RU V RDMP,” ungkapnya.

Ini perlu untuk dongkrak partisipasi pemilih dalam Pilkada Balikpapan 2024 dan Pilkada Kaltim 2024

Angka golongan putih bisa ditekan, antusias masyarakat untuk memilih calon pemimpin bisa mencakup angka partisipasi yang besar. 

“Harapannya di 2024 ini kita bisa mendapatkan partisipasi pemilih di angka 75 persen,” tuturnya.

Catatan KPU Balikpapan, pada Pilkada di tahun 2020, saat itu angka partisipasi pemilih hanya mencapai 59 persen saja. Angka ini kecil bila dibandingkan Pilkada di tahun 2015, angkanya sentuh 60 persen. (*)