Penajam

Soroti Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg di PPU, Syarifuddin HR Minta Pertamina Tambah Kuota

406
×

Soroti Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg di PPU, Syarifuddin HR Minta Pertamina Tambah Kuota

Sebarkan artikel ini
GAS ELPIJI SUBSIDI - Pangkalan gas subsidi 3 Kg di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur masih ada yang belum terapkan syarat sodorkan Kartu Tanda Penduduk atau KTP. (Titiknol.id)

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Syarifuddin HR, menyoroti permasalahan kelangkaan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram di wilayahnya yang belum menemukan solusi.

AMenurut Syarifuddin, ketidakseimbangan antara kuota dan permintaan menjadi penyebab utama kelangkaan yang meresahkan masyarakat.

“Permintaan di sini tinggi, tetapi Pertamina belum menambah kuota, sehingga muncul permasalahan ini,” ungkap Syarifuddin.

Pria yang akrab disapa Om Coy itu berharap agar masalah ini segera ditangani dengan lebih serius oleh pihak Pertamina.

Om Coy mengungkapkan, kelangkaan gas elpiji bersubsidi tidak hanya terjadi di PPU, tetapi juga di beberapa wilayah lain.

Meskipun permintaan terus meningkat, pasokan gas elpiji dari Pertamina masih terbatas, sehingga sering kali tidak mencukupi kebutuhan masyarakat.

Ia menambahkan bahwa Pertamina seharusnya dapat menambah kuota elpiji 3 kilogram untuk wilayah-wilayah yang permintaannya tinggi.

Hal ini penting agar masyarakat dapat mengakses gas elpiji bersubsidi sesuai kebutuhan sehari-hari tanpa kesulitan.

“Kami hanya berharap agar Pertamina meningkatkan pasokan gas sesuai permintaan masyarakat yang terus meningkat,” tegasnya.

Om Coy menyampaikan harapan agar semua pihak terkait dapat bekerja sama mengatasi permasalahan ini demi kepentingan masyarakat luas.

Sementara itu, Om Coy juga menanggapi banyaknya pangkalan gas yang terpaksa tutup akibat kelangkaan pasokan.

Ia mengingatkan bahwa penting untuk memahami penyebab penutupan pangkalan-pangkalan tersebut agar penanganan bisa lebih efektif dan menyeluruh.

Selain itu, ia menyarankan agar pangkalan yang tutup segera digantikan dengan pangkalan baru, sehingga pasokan gas untuk masyarakat tetap terjaga.

Menurutnya, jika pangkalan yang ditutup tidak segera digantikan, masyarakat akan semakin kesulitan mendapatkan gas elpiji bersubsidi.

“Harapan kami, pemerintah turun langsung memantau situasi di lapangan. Kami hanya bisa memberikan saran untuk membantu mengatasi masalah ini,” pungkasnya.

Baca Juga:   15 Bangunan di Pasar Petung Penajam Paser Utara Terbakar, Api Cepat Berkobar

Dengan pengawasan yang lebih ketat, Om Coy berharap solusi yang lebih konkret dapat segera diterapkan demi kepentingan masyarakat. (Advertorial)