TITIKNOL.ID, PENAJAM – Tren produksi perikanan dari subsektor perikanan tangkap di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus menunjukkan hasil yang positif.
Melampaui target yang ditetapkan dari angka 6.500 ton di tahun 2024, Dinas Perikanan (Diskan) PPU menambah besaran 1,5 persen produksi ikan tangkap, yakni menjadi 6.700 ton untuk tahun 2025.
“Realisasinya tahun kemarin dari target 6.500 ton justru melebihi dengan pencapaian 6.600 ton, sehingga tahun 2025 ini kita upayakan peningkatan dengan kenaikan 200 ton,” ungkap Plt Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Lomo Sabani, Minggu (9/2/2025).
Penangkapan ikan di laut paling dominan, ujar Lomo, di perairan Benuo Taka berupa ikan kakap, kembung, bandeng, dan lain sebagainya.
“Hasil tangkapan tersebut biasanya dijual oleh nelayan, misal ikan gembung dari harga Rp40.000, bandeng Rp18.000 – Rp25.000, nanti sampai di pasaran naik sekitar Rp10.000an,” ucap Lomo.
Masyarakat di wilayah pesisir Kabupaten PPU menggantungkan hidupnya pada laut sebagai mata pencaharian untuk menangkap ikan, sedangkan sejumlah tantangan masih harus dihadapi oleh para nelayan.
“Di PPU sendiri, kebanyakan nelayan kita masih tradisional. Artinya sebagian besar hanya menggunakan kapal kecil dengan alat tangkap sederhana,” ujar Lomo.
“Dari jumlah hampir 2.900 nelayan yang tersebar di empat kecamatan se PPU, yang memiliki kapal besar jumlahnya tidak banyak, kurang dari seratus,” tambahnya.
Meski demikian, pemerintah berusaha memberikan dukungan berupa bantuan dari sisi biaya produksi, seperti bahan bakar minyak (BBM).
“Target produksi ini tidak hanya berdampak pada sektor perikanan, tetapi juga mewujudkan kesejahteraan nelayan, paling tidak nelayan kecil tercukupi kebutuhan sehari-harinya,” tutupnya. (*/TN01)












