TITIKNOL.ID, TANJUNG REDEB – Dalam waktu dekat, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur akan hadir destinasi wisata edukasi baru. Bernama Museum Batu Bara.
Kabupaten Berau memang populer dari sisi sumber daya alam batu bara. Melalui sektor ini, daerah Berau menggeliat.
Kali ini Museum Batu Bara di Jalan Kamar Bola, RT.19, Teluk Bayur sudah selesai direnovasi, namun belum juga dimanfaatkan.
Museum dengan bangunan klasik itu, mendapatkan komentar dari Anggota DPRD Berau, Agus Uriansyah.
Ia meminta agar Dinas Kebudayaan dan Pariwisara segera melakukan tindakan untuk membuka museum tersebut.
Ia mengatakan, DPRD Berau pun telah setuju sebelumnya dan dua kali renovasi dengan anggaran mencapai 1,8 miliar.
Dirinya sangat mendukung rencana Disbudpar untuk membuka museum tersebut untuk umum segera.
“Banyak yang antusias dengan musuem tersebut, namun belum dibuka juga,” katanya pada Minggu (2/3/2025).
Dirinya berharap dengan dibukanya museum batu bara tersebut, kota kelahirannya lebih menambah warna wisata di Kabupaten .
“Saya menghendaki itu bisa segera dimanfaatkan karena bisa menciptakan efek domino,” bebernya.
“Seperti keuntungan bagi Usaha Mikro Kecil Menengah di sekitar karena banyak wisatawan yang datang berkunjung tadi,” tegasnya.
“Intinya bisa menjadi wisata pilihan selain yang sudah mencerminkan Berau seperti Derawan dan Maratua, pelancong akhirnya bisa tahu jika juga ada situs wisata lain yakni sejarah adanya keberadaan warga Belanda di Berau,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ilyas Natsir mengaku, langkah awal yang telah dilakukan adalah berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan batu bara. Itu dimaksudkan agar perusahaan-perusahaan tersebut turut membantu merancang miniature alat produksi.
Selain itu, Kata Ilyas perlu ada sejumlah batubara berkalori rendah dan tinggu untuk dipamerkan di museum. Rencana yang sedemikian matang itu, diperlukan Disbudpar agar wisata tersebut selain sebagai situs sejarah juga sarana edukasi wisatawan.
“Ini sudah masuk ke tahapan pembahasan ke perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar Teluk Bayur,” ungkapnya.
Ia memang belum dapat banyak membocotkan ke publik. Sebab terkait komunikasi ke perusahaan batu bara juga masih berlangsung.
“Harapan kami secepatnya, lebih cepat lebih baik, tentu kita akan kembali mengajukan anggaran untuk sejumlah miniatur dan pameran di dalam museum,” ujarnya. (*)












