TITIKNOL.ID, TARAKAN – Isu merebaknya BBM jenis Pertamax oplosan berdampak pada penurunan konsumsi atau penjualan. Tidak hanya nasional tapi juga di daerah termasuk di Tarakan, Kalimantan Timur.
Edi Mangun, Area Manager Commrel and CSR PT. Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan didampingi Ferdi Kurniawan, Sales Branch Manager Kaltimut V Fuel Kota Tarakan mengungkapkan bahwa dengan adanya isu yang menimpa Pertamina saat ini, berdampak secara nasional.
Walaupun di Tarakan tidak ada kompetitor tapi secara pola konsumsi masyarakat ini mulai bergeser kembali.
“Dimana sudah mulai nyaman dengan Pertamax, dengan adanya isu ini mereka akhirnya mengantri lagi ke pertalite. Kami tidak memungkiri ada sedikit pengurangan untuk konsumsi BBM non subsidi di Tarakan,” beber Ferdi Kurniawan.
Jika menarik rata-rata, sebelum adanya isu tersebut, kebutuhan bisa sampai 1 tangki atau 8 ton lanjutnya.
Sekarang bahkan mungkin penjualan kurang dari 1 tangki atau sekitar 5 ton saja alias berkurang.
“Cukup berdampak. Tapi kita bisa bangun kembali, karena di Tarakan dan Kaltara pola pikir massyarakat di sini tidak presensitif. Selama produk masih ada, dipastikan Pertamax tetap laku,” ujar Ferdi. (*)












