TITIKNOL.ID – Presiden Prabowo Subianto merencanakan pembangunan penjara khusus bagi koruptor di pulau terpencil sebagai upaya memberikan efek jera.
Hal ini ia sampaikan saat mengumumkan perubahan kebijakan penyaluran tunjangan guru ASN daerah di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis (13/3/2025).
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa pemberantasan korupsi adalah salah satu prioritas pemerintahannya.
Ia ingin memastikan bahwa para koruptor tidak hanya dihukum berat, tetapi juga merasakan dampak dari perbuatannya.
“Saya nanti juga akan sisihkan dana untuk bikin penjara yang sangat kokoh, di tempat terpencil, supaya mereka gak bisa keluar malam hari. Kita cari pulau jadi kalau mereka mau keluar biar ketemu hiu,” ujar Prabowo, dikutip Minggu (16/3/2025).
Menurutnya, korupsi adalah salah satu penyebab utama kemunduran suatu negara dan kerap menyengsarakan rakyat.
Oleh karena itu, ia bertekad untuk tidak memberi ruang bagi para pelaku korupsi.
“Saya tidak akan mundur menghadapi koruptor. Mereka harus mengerti saya ini siap mati untuk bangsa dan rakyat, saya tidak takut mafia manapun,” tegasnya.
Wacana ini muncul di tengah kondisi Lapas dan Rumah Tahanan (Rutan) di Indonesia yang mengalami kelebihan kapasitas. Berdasarkan data Sekretariat Kabinet Indonesia, hingga 2023 terdapat 526 Lapas dan Rutan dengan kapasitas total 140.424 orang.
Namun, jumlah penghuni mencapai 265.897 orang, sehingga terjadi overcapacity sebesar 89,35%.
Dengan kondisi ini, pembangunan penjara baru memang menjadi kebutuhan.
Namun, ide membangun fasilitas khusus di pulau terpencil bagi koruptor memicu beragam tanggapan.
Sebagian pihak menilai langkah ini sebagai terobosan dalam penegakan hukum, sementara yang lain mempertanyakan efektivitas dan implementasinya.
Meski demikian, pernyataan Prabowo menunjukkan komitmennya dalam memberantas korupsi.
Kini, publik menunggu langkah konkret pemerintah dalam merealisasikan rencana tersebut. (*)












