TITIKNOL.ID – Libur Lebaran 2025 kembali menjadi momen yang dinanti masyarakat Indonesia.
Selain sebagai ajang silaturahmi keluarga, tradisi mudik juga menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Idulfitri.
Untuk memastikan perjalanan lancar, pemerintah telah mengumumkan jadwal libur Lebaran 2025, termasuk prediksi arus mudik, kesiapan transportasi, serta langkah pengamanan selama periode tersebut.
Prediksi Puncak Arus Mudik dan Arus Balik
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa pemerintah telah berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan kelancaran arus mudik.
Berdasarkan perkiraan Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub, jumlah pemudik tahun ini diprediksi mencapai 146,48 juta orang, atau sekitar 52 persen dari total populasi Indonesia.
Pemerintah memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada 26-28 Maret 2025, sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 6-7 April 2025.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk menghadapi lonjakan perjalanan pada periode tersebut.
“Diprediksi pada tanggal 26-28 Maret akan terjadi puncak arus mudik, sedangkan arus balik diperkirakan memuncak pada 6-7 April 2025,” ujar AHY dalam pernyataannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (21/3/2025).
Persiapan Transportasi oleh PT KAI
PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga telah menyiapkan 4.591.510 tempat duduk guna mengakomodasi lonjakan pemudik selama masa angkutan Lebaran.
Dari jumlah tersebut, 3.443.832 kursi dialokasikan untuk kereta jarak jauh, sementara 1.147.678 kursi tersedia bagi pengguna kereta lokal.
Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo menyebut bahwa puncak arus mudik dengan kereta api diperkirakan terjadi pada 28-29 Maret 2025.
Hingga Senin (24/3/2025) pukul 07.00 WIB, 2.763.025 tiket telah terjual, dengan rute favorit tujuan Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya Pasarturi.
Sebagai antisipasi lonjakan penumpang, PT KAI telah menambah 9.656 perjalanan kereta api, meningkat 8 persen dibanding tahun sebelumnya.
“Dengan kapasitas 4,5 juta lebih tempat duduk, KAI berkomitmen memenuhi permintaan masyarakat akan transportasi yang aman dan nyaman,” tegas Didiek.
Operasi Ketupat dan Pengamanan Arus Mudik
Polri juga telah menyiapkan Operasi Ketupat 2025 guna mengamankan arus mudik dan balik Lebaran.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memprediksi bahwa puncak arus mudik akan terjadi pada 28-30 Maret 2025, sedangkan puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 5-7 April 2025.
Sebanyak 164.298 personel gabungan telah disiagakan dalam Operasi Ketupat, yang melibatkan berbagai instansi seperti TNI, Basarnas, BMKG, Kemenhub, serta Pramuka.
Selain itu, 2.835 posko pengamanan juga telah didirikan di berbagai titik strategis, terdiri dari:
1.738 pos pengamanan
788 pos pelayanan
309 pos terpadu
Dengan berbagai persiapan yang dilakukan oleh pemerintah, PT KAI, dan kepolisian, diharapkan arus mudik dan balik Lebaran 2025 dapat berjalan lancar dan aman.
Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik, menghindari puncak kepadatan, serta selalu mengutamakan keselamatan di perjalanan. (*)










