TITIKNOL.ID, PENAJAM – Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) pada hewan ternak, khususnya sapi menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Hal ini lantaran penyebaran PMK yang dapat berkembang dengan cepat sehingga perlu dilakukan pencegahan melalui vaksinasi PMK secara masif dan bertahap.
Sementara apabila penanggulangan sejak dini tidak dilakukan maka menyebabkan ternak mengalami penurunan produksi susu, kelemahan, dan kematian hingga kerugian besar pada sektor ekonomi.
Namun demikian, Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian PPU, Ristu Pramula mengatakan PMK pada hewan ternak masih aman dikonsumsi selama dipotong sebelum mati dan dikelola dengan benar.
“Memang pada sapi PMK ini ditandai dengan luka di mulut yang mirip sariawan pada manusia, air liur berlebih, nafsu makan berkurang, serta pada kuku ada bintik-bintik,” katanya, Selasa (25/3/2025).
“Apabila kondisi ini dibiarkan terlalu lama, sapi bisa mati. Namun apabila sudah terjangkit lalu kemudian ingin dikonsumsi, maka harus dipotong dan saat memasaknya daging harus dikelola dengan benar,” sambungnya.
Ia menegaskan, sejauh ini sapi ternak yang ada di PPU tidak ditemukan terjangkit PMK. Meski begitu, pencegahannya harus tetap dilakukan.
“PMK pada hewan itu bukan penyakit yang menular ke manusia, tetapi sebaliknya, wabah ini menyebar cepat ke jenis mereka sendiri,” jelasnya.
Daging hewan yang terindikasi PMK sendiri, kata Ristu, aman dikonsumsi selama memenuhi standar sanitasi dan higienis.
Ia turut menjelaskan, pihaknya terus mengawasi distribusi sapi di wilayahnya.
“Sapi lokal yang telah divaksin kita pantau secara ketat,” katanya.
Sementara itu, pemenuhan kebutuhan daging di PPU masih didatangkan dari luar daerah.
“Kalau mengandalkan daging sapi lokal, bisa habis ternak kita. Jadi 70 persen itu didatangkan dari luar, sedangkan sisanya 30 persen dari kita,” ujar Ristu.
Olehnya itu, sembari meningkatkan populasi sapi lokal yang didatangkan melalui program bantuan, pihaknya juga memastikan kondisi ternak dalam keadaan sehat dan baik saat disalurkan ke PPU.(TN01)












