SamarindaTitiknolKaltim

Taktik BPBD dalam Antisipasi Bencana Kala Libur Lebaran 2025 di Samarinda Kaltim

496
×

Taktik BPBD dalam Antisipasi Bencana Kala Libur Lebaran 2025 di Samarinda Kaltim

Sebarkan artikel ini
ANTISPASI BENCANA SAMARINDA - Ilustrasi genangan air banjir yang melanda di kawasan rumah penduduk warga Kota Samarinda, Kalimantan Timur. BPBD Samarinda juga telah menyusun rencana kontinjensi yang melibatkan berbagai pihak, termasuk PLN, PDAM, serta instansi terkait lainnya untuk antisipasi menghadapi bencana kala libur lebaran Idul Fitri di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Titiknol.id)

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – BPBD Samarinda tengah mempersiapkan langkah-langkah dalam mengantisipasi bencana saat libur lebaran 2025 di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. 

Hal ini disampaikan oleh Kepala BPBD Samarinda, Suwarso yang dikutip Titiknol.id pada Jumat (28/3/2025). 

Dijelaskan olehnya, Hari raya Idul Fitri 2025 semakin dekat. Dalam momentum ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Samarinda tetap meningkatkan kesiapsiagaan.

“Guna mengantisipasi potensi bencana yang dapat terjadi selama libur panjang lebaran Idul Fitri, ungkapnya. 

Sejatinya seluruh personel telah disiagakan dengan peralatan lengkap dan sistem pemantauan yang berjalan selama 24 jam tanpa henti. 

Suwarso mengungkapkan, pihaknya telah memiliki sistem piket yang melibatkan Tim Reaksi Cepat (TRC) serta Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops). Dengan sistem ini, pemantauan kondisi wilayah dapat dilakukan secara optimal untuk merespons kejadian darurat dengan cepat.  

Jika situasi membutuhkan lebih banyak tenaga, maka 10 personel BPBD harus mempersiapkan diri. 

“Suatu waktu ada panggilan harus siap ke lapangan, harus ada petugas yang standby 24 jam,” kata Suwarso.  

Selain mengandalkan personel BPBD, kesiapsiagaan juga diperkuat oleh keberadaan Desa Tangguh Bencana (Destana) di beberapa wilayah.

Tim Destana ini sebelumnya juga telah mendapatkan pelatihan serta bantuan peralatan agar mampu menangani bencana dalam skala kecil di daerah masing-masing.  

Namun, apabila terjadi bencana di wilayah yang belum memiliki Destana atau kasus yang membutuhkan dukungan tambahan, tim ini dapat berkoordinasi dengan personel BPBD, relawan se-Kota Samarinda, serta aparat keamanan seperti TNI dan Polri. 

Tentu saja, BPBD Samarinda juga telah menyusun rencana kontinjensi yang melibatkan berbagai pihak, termasuk PLN, PDAM, serta instansi terkait lainnya.

Langkah ini bertujuan untuk memastikan kesiapan seluruh elemen dalam menghadapi potensi bencana, terutama yang berdampak luas bagi masyarakat.  

Baca Juga:   Omset Penjualan Sekali Pentas Seni dan UMKM Capai Rp100 Juta

“Untuk bencana kecil, kami bisa langsung tangani. Dan semuanya harus mempersiapkan diri jika terjadi bencana yang skalanya agak besar,” ujarnya. (*)