BalikpapanTitiknolKaltim

Warga Balikpapan mesti Waspada pada Oknum yang Berkedok Pemulung 

359
×

Warga Balikpapan mesti Waspada pada Oknum yang Berkedok Pemulung 

Sebarkan artikel ini
OKNUM PEMULUNG PALSU - Foto ilustrasi pemulung di sebuah kota besar. Satpol PP soroti fenomena pemulung palsu di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Hal ini harus diwaspadai oleh seluruh warga masyarakat. Oknum ini berkedok pemulung, akan tetapi memberikan dampak buruk bagi masyarakat. (Meta Ai)

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Fenomena pemulung palsu di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur harus diwaspadai oleh seluruh warga masyarakat.

Oknum ini berkedok pemulung, akan tetapi memberikan dampak buruk bagi masyarakat. 

Dijelaskan oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Balikpapan, Budi Liliono yang dikutip Titiknol.id pada Senin (31/3/2025). 

Dia katakan, warga Balikpapan harus waspada terhadap aktivitas yang mencurigakan seperti pelaku kejahatan yang berkedok pemulung. 

Biasanya, oknum ini hanya meminta berkelas kasih, padahal di satu sisi, oknum ini sebenarnya tidak benar-benar pemulung. Bahkan hanya modus melakukan pemetaan aksi dugaan pencurian. 

Budi tegaskan, masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penipuan yang berkedok aktivitas pemulung.

Di lapangan, memang ada pemulung yang benar-benar mencari nafkah dengan mengumpulkan kardus atau barang bekas.

Namun di sisi lain, ada oknum yang memanfaatkan kegiatan ini untuk kepentingan pribadi.

Karena itulah, masyarakat juga harus selektif dan berhati-hati saat melakukan donasi atau pemberian bantuan kepada orang-orang yang tidak dikenal apalagi pemulung. 

Menurut Budi, bagi warga yang ingin berbuat baik, sumbang amal, ada baiknya salurkan ke lembaga-lembaga pengumpul amal yang terpercaya.

Di antaranya bisa langsung ke masjid, panti asuhan, atau lembaga resmi lainnya untuk memastikan bantuan sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

“Kami mengajak masyarakat untuk lebih selektif dalam memberikan bantuan. Jangan sampai niat baik justru dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Lebih baik menyalurkan bantuan melalui lembaga resmi agar lebih tepat sasaran,” kata Budi. (*)