Penajam

Dukung Ketahanan Pangan, Pemkab PPU Dorong Bendungan Talake dan Lambakan Kembali Jadi Prioritas Nasional

374
×

Dukung Ketahanan Pangan, Pemkab PPU Dorong Bendungan Talake dan Lambakan Kembali Jadi Prioritas Nasional

Sebarkan artikel ini
Asisten II Pemkab PPU, Sodikin (TITIKNOL.ID/CINDY)

PENAJAM, TITIKNOL.ID – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong agar pembangunan Bendungan Talake dan Lambakan kembali masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) guna mendukung ketahanan pangan daerah.

Asisten II Pemkab PPU, Sodikin, menegaskan bahwa keberadaan kedua bendungan ini sangat krusial, terutama dalam mewujudkan Asta Cita Presiden RI terkait swasembada pangan.

“Ini menjadi salah satu atensi Pemerintah Kabupaten PPU, bagaimana agar Bendungan Talake kembali dimunculkan sebagai prioritas,” ujar Sodikin, Kamis (3/4/2025).

Ia menjelaskan bahwa khususnya di Kecamatan Babulu, ketersediaan air irigasi sangat bergantung pada Talake dan Lambakan.

Sebagai salah satu lumbung padi, daerah tersebut memerlukan pengairan yang optimal untuk menunjang ketahanan pangan.

“Babulu sangat membutuhkan sistem irigasi yang baik agar produksi pertanian tetap maksimal,” tambahnya.

Sodikin mengungkapkan bahwa beberapa tahun lalu, Bendungan Talake dan Lambakan sempat masuk dalam daftar proyek strategis nasional.

Namun, karena sejumlah alasan, proyek tersebut kemudian dikeluarkan dari daftar PSN.

“Penentuan PSN adalah kewenangan pemerintah pusat, tetapi dengan fokus Asta Cita Pak Prabowo pada penguatan pangan, kami melihat ini sebagai peluang. Jika ketahanan pangan ingin diwujudkan secara maksimal, maka ketersediaan pengairan harus dipastikan,” jelasnya.

Pemkab PPU telah beberapa kali menyampaikan aspirasi ini ke Pemerintah Provinsi agar diteruskan ke tingkat pusat.

Dengan adanya kebijakan pemerintah yang berorientasi pada ketahanan pangan, Sodikin berharap pembangunan kedua bendungan ini bisa segera terwujud.

“Bendungan Talake dan Lambakan harus kembali menjadi prioritas nasional karena irigasi di Babulu sangat diperlukan demi keberlanjutan sektor pertanian di PPU,” pungkasnya. (Advertorial/TN01)