Nasional

Alasan Hasan Nasbi Mundur dari Jabatan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan: Duduk jadi Penonton

278
×

Alasan Hasan Nasbi Mundur dari Jabatan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan: Duduk jadi Penonton

Sebarkan artikel ini
HASAN NASBI MUNDUR - Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/8/2024). Hasan Nasbi menuturkan, dirinya telah mundur dari jabatan PCO (Presidential Communication Office) sejak 21 April 2025 lalu. (Instagram @hasan_nasbi)

TITIKNOL.ID, JAKARTA – Hasan Nasbi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau PCO (Presidential Communication Office).

Saat itu Hasan Nasbi menuturkan, dirinya telah mundur dari jabatan PCO (Presidential Communication Office) sejak 21 April 2025 lalu.

“Teman-teman semua, hari Senin tanggal 21 April 2025 adalah hari terakhir saya menjalani aktivitas di kantor komunikasi kepresidenan,” tutur Hasan dalam pernyataan video yang diunggah akun Instagram @TotalPolitik, Selasa (29/4/2025).

Menurut penjelasan Hasan Nasbi, sebelumnya surat pengunduran dirinya telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Sekretariat Kabinet (Seskab) dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg).

“21 April 2025, sepertinya saat itu sudah tiba. Surat pengunduran diri saya tanda tangani dan saya kirimkan kepada Presiden melalui dua orang sahabat baik saya, Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet,” tutur Hasan.

Ia menuturkan, keputusannya untuk mundur tersebut sudah melalui proses yang sangat matang.

Menurutnya, sudah saatnya untuk menepi dan memberikan kesempatan kepada sosok yang lebih baik untuk menggantikan dirinya sebagai PCO (Presidential Communication Office) atau Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan.

“Kesimpulan saya sudah sangat matang, sudah saatnya menepi ke luar lapangan dan duduk di kursi penonton. Memberikan kesempatan kepada figur lebih baik untuk menggantikan posisi bermain di lapangan,” tegas Hasan Nasbi.

Sehingga, kata dia, hal ini bukan keputusan yang tiba-tiba dan bukan keputusan yang emosional.

“Ini rasanya adalah jalan terbaik yang dipikirkan dalam suasana yang amat tenang dan demi kebaikan komunikasi pemerintah di masa yang akan datang,” ungkapnya.

Sempat jadi Sorotan karena Kepala Babi

Diberitakan sebelumnya, Hasan Nasbi menjadi sorotan usai mengomentari paket berisi kepala babi yang dikirim ke kantor Tempo. 

Baca Juga:   Awal Ramadan, PLN Sambung Listrik Gratis 2.920 Keluarga Prasejahtera dari Donasi Pegawai di Berbagai Daerah

Di mana saat itu, ia menanggapi santai terkait teror kepala babi tersebut, dengan mengatakan kepala babi tersebut sebaiknya “dimasak” saja.

“Sudah dimasak aja, kepala babi dimasak aja, saya lihat di media sosialnya Fransisca justru dia minta dikirimin daging babi. Artinya dia tidak terancam kan, buktinya dia bisa bercanda,” ucap Hasan di kompleks Istana, Jakarta, Jumat 21 Maret 2025 malam. 

Pernyataan itu pun sontak menuai kritik dari berbagai pihak.

Kemudian Hasan Nasbi pun mengklarifikasi pernyataannya yang meminta Francisca memasak isi dari paket tersebut.

Ia menegaskan pernyataannya bukan untuk meremehkan ancaman, melainkan untuk memperlihatkan teror semacam ini tidak efektif jika ditanggapi dengan ketakutan. (*)