TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Proses evakuasi kapal feri KMP Muchlisa yang tenggelam di Teluk Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur sejauh ini belum dilakukan.
Para korban selamat sudah diamankan serta korban tewas juga sudah dievakuasi, tinggal kini pengangkatan bangkal kapal feri yang belum ditindaklanjuti.
Kabarnya, ada beberapa kendala untuk angkat kapal feri dari dalam laut ke daratan.
Bangkai kapal feri atau KMP Muchlisa yang tenggelam di Teluk Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur belum diangkat meskipun operasi pencarian seluruh kru telah dinyatakan selesai.
Direktur Utama PT Sadena Mitra Bahari, Sabri Ramdhany, menyatakan bahwa ada dua kendala.
Dia jelaskan, pertama, yakni kendala utama terletak pada berat muatan di dalam kapal.
“Sudah mau diangkat, tapi mengeluarkannya susah. Di dalamnya ada tronton, ada kontainer,” beber Sabri dikutip pada Rabu (7/5/2025).
Kendala kedua, menurut dia, posisi kapal yang miring menyulitkan proses evakuasi muatan melalui jalur depan.
Sabri menambahkan bahwa rencana saat ini adalah membuka kapal dari samping agar muatan bisa dikeluarkan lebih dulu.
“Kalau memungkinkan, akan ditarik ke galangan. Karena ini kan dangkal. Jadi kalau air surut, mungkin kelihatan,” katanya.
Jika seluruh muatan sudah dikeluarkan, Basri mengira akan lebih mudah mengevakuasi bangkai kapal.
Sabri sendiri juga belum bisa memastikan kapan estimasi bangkai kapal bisa dievakuasi.
Hanya saja, menurut dia, sejak awal operasi pencarian dua kru yang hilang, PT Sadena Mitra Bahari juga secara paralel melakukan survei lokasi untuk pemindahan bangkai kapal.
Persiapan teknis telah dilakukan, namun proses pengangkatan belum bisa dilaksanakan karena kompleksitas kondisi di lapangan.
Sabri mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menghubungi Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk meminta izin pelaksanaan pekerjaan bawah air, terkait evakuasi bangkai kapal.
Hal ini diperlukan agar proses pengeluaran muatan bisa dilakukan secara aman.
Korban terakhir tenggelamnya KMP Muchlisa, Kahayu, ditemukan tim SAR gabungan di kedalaman 12 meter pada Rabu 7 Mei 2025, menandai berakhirnya operasi pencarian.
Sebelumnya, korban lain bernama Ilham ditemukan pada Selasa (6/5/2025) di dek atas kapal.
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR dinyatakan selesai oleh otoritas terkait. (*)












