Penajam

Bupati PPU Mudyat Noor Hadiri Sarasehan Kebangsaan Bahas Tantangan Geopolitik Global

314
×

Bupati PPU Mudyat Noor Hadiri Sarasehan Kebangsaan Bahas Tantangan Geopolitik Global

Sebarkan artikel ini
Bupati PPU Mudyat Noor menghadiri sarasehan kebangsaan di Jakarta

TITIKNOL.ID, JAKARTA – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menghadiri Sarasehan Kebangsaan bertema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menghadapi Tantangan Geopolitik Global Menuju Indonesia Raya” di Gedung Nusantara IV MPR RI, Jakarta, Selasa (20/5/2025).

‎Sarasehan yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini menjadi ajang strategis lintas sektor untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

‎Bupati Mudyat Noor menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten PPU dalam mendukung penuh program pemerintah pusat, termasuk yang berkaitan langsung dengan daerah. Menurutnya, forum seperti ini penting untuk memperluas wawasan dan mencari solusi bersama.

‎“Sarasehan ini menjadi kesempatan berharga bagi kepala daerah untuk saling bertukar pikiran dan strategi dalam menghadapi tantangan pembangunan,” ujar Mudyat, didampingi Kepala Kesbangpol PPU Agus Dahlan dan Kabag Pemerintahan Setkab PPU Muchtar.

‎Ia menambahkan bahwa perubahan geopolitik global berdampak luas, bukan hanya pada skala nasional atau internasional, tetapi juga menyentuh langsung dinamika di daerah. Oleh sebab itu, dibutuhkan kesiapsiagaan dan langkah antisipatif.

‎“Melalui sarasehan ini banyak pelajaran yang kami dapatkan, terutama dalam menyusun langkah-langkah menghadapi perubahan dunia yang cepat. Wawasan ini akan kami bawa ke daerah,” sambungnya.

‎Kepala BPIP Yudian Wahyudi dalam laporannya menyebut, sarasehan kebangsaan ini menjadi ruang dialog bersama untuk memperkokoh ketahanan bangsa melalui penguatan ideologi Pancasila sebagai fondasi utama.

‎Sementara itu, Ketua MPR RI Ahmad Muzani saat membuka acara secara resmi menekankan bahwa perubahan geopolitik merupakan tantangan sekaligus peluang. Menurutnya, Pancasila harus terus dijadikan pegangan agar Indonesia tidak kehilangan arah.

‎“Tanpa Pancasila, Indonesia bukan hanya kehilangan masa lalu, tapi juga kehilangan masa depan,” tegas Ahmad Muzani. Sarasehan ini diikuti 847 peserta dari unsur pimpinan lembaga negara, menteri, kepala daerah, hingga Forkopimda se-Indonesia. (Advertorial/Humas6)