Penajam

Khawatir Terjadi Kelangkaan, Warga PPU Ramai-ramai Antre BBM

315
×

Khawatir Terjadi Kelangkaan, Warga PPU Ramai-ramai Antre BBM

Sebarkan artikel ini
Masyarakat PPU memadati salah satu SPBU untuk mengisi bahan bakar minyak untuk kendaraan mereka. (Cindy)

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Kekhawatiran masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai terasa pasca kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota tetangga (Balikpapan) mencuat di media sosial.

Huru-hara ini menyebabkan warga PPU beramai-ramai mendatangi SPBU terdekat untuk melakukan pengisian takut stok cadangan BBM ludes tak bersisa.

Namun demikian, keberadaan BBM eceran masih banyak dijumpai di sepanjang jalan. Tataran harganya pun masih dalam skala normal.

Edi, seorang pengecer rela mengantre hingga tengah malam di SPBU Penajam untuk mendapatkan BBM agar bisa dijualnya kembali.

“Stoknya memang lumayan menipis, pertamax saja sampai habis. Tapi saya lihat PPU masih aman aja, banyak juga pengecer lainnya jual dengan harga wajar, Rp15.000 untuk pertamax dan Rp13.000 Pertalite,” katanya, Rabu (21/5/2025).

Adapun petrashop Pertamina di Kecamatan Waru, yang beroperasi mulai dipadati warga. Imel, petugas petrashop tersebut menyampaikan selama seminggu stok BBM habis.

“Petrashop kami tutup selama seminggu, tadi malam baru kembali diisi,” katanya.

Penyalur resmi berskala kecil dari Pertamina ini juga kemungkinan akan habis tidak sampai satu hari setelah kedatangan.

“Biasanya sih 4 ton, tadi malam 2 tangki. Tapi nggak sampai satu hari biasanya sudah habis,” katanya.

Salah seorang warga bilang, usai mendengar kabar di Kota tetangga stok BBM langka, ia langsung mengantre tak ingin ikut kehabisan stok.

“Saya langsung cari SPBU soalnya di Balikpapan saya dengar antrean panjang berjam-jam, takut juga motor kehabisan bahan bakar,” katanya.

Terpantau hingga kini, masyarakat PPU dalam situasi aman karena bahan bakar masih dengan mudah ditemukan.

(TN01)