TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Sektor pariwisata di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur tengah menghadapi tekanan berat akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
Dampaknya langsung terasa pada okupansi hotel yang anjlok hingga ke angka 30 persen, serta memaksa sejumlah pekerja hotel untuk dirumahkan sementara.
Kondisi ini diungkapkan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Balikpapan, Soegianto.
Ia menyebut, penurunan jumlah kunjungan tamu dari luar kota telah memukul keras industri perhotelan, restoran, dan kafe di Balikpapan.
“Memang menurun drastis karena berkurangnya kunjungan tamu dari luar kota. Penyelenggaraan event-event ini, juga akan dihadiri perwakilan dari 34 kabupaten dan kota se-Indonesia,” ujarnya, Rabu (28/5/2025).
“Sehingga ini diharapkan dapat meningkatkan kembali okupansi hotel, bahkan berpotensi membuat hotel-hotel penuh,” sambungnya.
Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan menggandeng PHRI untuk merumuskan langkah-langkah pemulihan.
Salah satu strategi utama adalah menghadirkan dua event berskala nasional yang dirancang untuk kembali menghidupkan kunjungan wisatawan.
Dua agenda dimaksud yakni Perayaan Hari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) yang akan digelar pada 9 hingga 11 Juli 2025.
Serta, Pemilihan Duta Wisata Nasional 2025 yang dijadwalkan berlangsung pada bulan November mendatang.
Melalui dua event ini, Pemkot berharap akan ada peningkatan mobilitas wisatawan domestik ke Balikpapan, sekaligus membuka peluang pemulihan bagi pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak langsung. (*)












