TITIKNOL.ID, PENAJAM – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) didorong untuk menjadi lumbung pangan terbesar di Kalimantan Timur.
Selain memaksimalkan pemanfaatan 7.500 hektare lahan produktif, Kepala Dinas Pertanian PPU, Andi Trasodiharto mengungkapkan langkah strategis lainnya ialah menggalakkan pembangunan desa mandiri benih, sebagai upaya menciptakan kemandirian pertanian berbasis lokal.
“Untuk mendukung tercapainya program swasembada pangan, kita tidak hanya bicara soal tanam dan panen. Lahan kita seluas 7.500 hektare lebih tentu saja perlu dimaksimalkan, tapi juga membangun fondasi pertanian yang kuat adalah hal penting. Salah satunya membangun desa mandiri benih,” ungkapnya, Rabu (28/5/2025).
Inisiasi ini datang setelah pemerintah memberikan dukungan yang luar biasa terhadap sektor pertanian di daerah.
“Kita mengapresiasi kementerian pertanian yang mendorong daerah swasembada pangan melalui dukungan sarana dan prasarana, termasuk adanya brigade pangan (BP), harga gabah yang dinaikkan, bahkan ongkos olah lahan dibantu, itu sangat luar biasa,” katanya.
Menurutnya, dengan pembangunan desa mandiri benih akan memastikan ketersediaan benih unggul sehingga tidak bergantung pada benih luar.
“Benih yang dikembangkan petani lokal nanti harapannya bisa adaptif, lebih tahan terhadap lingkungan, daya tahan tinggi terhadap penyakit hingga menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi,” kata Andi.
Skema desa mandiri benih, ujarnya, petani mengelola produksi benih sendiri namun tetap diberikan pendampingan teknis dari kementerian agar mutu dan sertifikasinya terjamin.
“Benih dikelola sendiri, tapi tetap didampingi teman-teman kementerian terkait labelnya. Itu harapannya bisa dikembangkan, kita coba gerakkan membangun desa mandiri benih di PPU,” ujarnya.
Ia menyebut, brigade pangan dapat mencetak benih unggul yang nantinya akan dibeli dan disebarkan kepada para petani.
“Dengan ini kita tidak tergantung lagi pada benih luar. Kita membangun kekuatan dari dalam. Petani di PPU harus bisa menjadi penopang utama ketahanan pangan di Kalimantan Timur,” pungkas Andi.
(Advertorial/TN01)












