TITIKNOL.ID – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, memastikan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara berjalan sesuai visi besar sebagai ibu kota baru masa depan Indonesia.
Kunjungan kerja Wapres Gibran ke IKN, Kamis (29/5/2025), menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun pusat pemerintahan yang modern, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
“Kami ingin melihat kesiapan infrastruktur pendukung operasional di IKN berjalan tepat waktu dan sesuai standar,” ujarnya.
Wapres menegaskan, IKN harus menjadi simbol kemajuan dan semangat gotong royong seluruh bangsa.
Kolaborasi antarpemangku kepentingan, menurutnya, sangat penting dalam memastikan proyek strategis ini berjalan sesuai rencana.
Dalam tinjauannya, Wapres mendarat di Bandara Nusantara dan langsung menuju Jalan Tol Segmen 5B yang telah mencapai progres pekerjaan 70 persen.
Selanjutnya, Gibran meninjau proyek Rumah Sakit Abdi Waluyo yang saat ini berada di tahap pertama dengan capaian 75,67 persen.
Kunjungan berlanjut ke Universitas Gunadarma yang baru mencapai 20 persen di tahap awal pembangunan.
Wapres juga meninjau progres pembangunan Istana Wakil Presiden yang kini mencapai 42,67 persen.
Gibran turut menginspeksi Rumah Susun ASN 1 yang hampir rampung dengan progres 97,09 persen.
Ia juga menyambangi kawasan Masjid Negara (60,48 persen) dan proyek Basilika yang masih di tahap awal dengan progres 4,63 persen.
Dua proyek yang telah selesai 100 persen, yakni Rumah Sakit Hermina dan Kantor Kemenko 3, juga dikunjungi Wapres.
Mantan Wali Kota Solo itupun bahkan menyempatkan bermalam di salah satu unit hunian ASN 1 yang akan dihuni pegawai Otorita IKN.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyebut kunjungan Wapres sebagai dorongan besar bagi timnya.
“Wapres memastikan infrastruktur di IKN bukan hanya kuat secara fisik, tapi juga berkelanjutan secara sosial dan lingkungan,” katanya.
“Kunjungan ini menjadi penguat semangat kami untuk terus bekerja lebih baik dan cepat,” tegas Basuki.
Pemerintah berkomitmen agar IKN benar-benar hadir sebagai representasi kemajuan bangsa ke depan. (*)












