Titiknol IKN

Proyek Tol IKN Seksi 3A-2 Hampir Rampung, Konektivitas Balikpapan–IKN Makin Lancar

1
×

Proyek Tol IKN Seksi 3A-2 Hampir Rampung, Konektivitas Balikpapan–IKN Makin Lancar

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi jalan tol. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur memastikan jalur tol Balikpapan menuju Ibu Kota Nusantara atau IKN Nusantara akan dibuka secara fungsional mulai Jumat, 13 Maret hingga 29 Maret 2026. (Gemini Ai)

TITIKNOL.ID – Akses menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) kini semakin singkat. Progres pembangunan Jalan Tol IKN Seksi 3A-2 yang digarap PT Hutama Karya (Persero) telah memasuki tahap fungsional sebagai bagian dari percepatan konektivitas menuju kawasan inti pemerintahan.

‎Ruas tol tersebut mulai dibangun sejak 21 Desember 2023 dan pertama kali difungsikan secara terbatas saat periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026, tepatnya pada 20 Desember 2025 setelah 730 hari pengerjaan.

Status fungsional memungkinkan ruas tol digunakan untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas pada periode tertentu meski konstruksi masih berlangsung.

‎Selanjutnya, ruas tol kembali difungsikan pada arus mudik dan balik Lebaran 2026 sejak 13 Maret 2026 atau setelah 813 hari pelaksanaan proyek.

Secara keseluruhan, penyelesaian proyek ditargetkan rampung pada 31 Desember 2026 dan mulai beroperasi penuh pada Januari 2027 usai melewati uji kelayakan.

‎Ruas Tol IKN Seksi 3A-2 merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional yang menghubungkan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda dengan kawasan IKN dan Penajam Paser Utara.

Kehadiran ruas ini mampu memangkas waktu tempuh dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman menuju IKN menjadi sekitar 60 menit atau lebih cepat hingga 90 menit dibanding sebelumnya.

‎Lingkup pekerjaan proyek meliputi pembangunan jalan at-grade sepanjang 2,34 kilometer, struktur elevated pile slab sepanjang 1,745 kilometer, jembatan, Simpang Susun Karangjoang, hingga exit tol.

Jalan tersebut dirancang dengan dua lajur selebar 11,25 meter menggunakan kombinasi struktur at-grade dan slab-on-pile yang disesuaikan dengan kondisi tanah Kalimantan Timur.

‎Saat ini, sejumlah pekerjaan lanjutan masih terus dilakukan, di antaranya penyelesaian ramp, struktur slab-on-pile, erection steel box girder pada beberapa titik, perkerasan jalan, hingga pekerjaan proteksi lereng dan beautifikasi di sejumlah segmen.

‎Proyek ini dikerjakan melalui skema Integrated Joint Operation yang melibatkan sejumlah BUMN, yakni PT Hutama Karya (Persero), PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Nindya Karya, dan PT Brantas Abipraya (Persero).

‎Dalam proses konstruksi, tantangan utama yang dihadapi yakni kondisi tanah labil jenis clay shale yang mudah bergeser serta tingginya curah hujan yang memengaruhi stabilitas lereng dan produktivitas pekerjaan.

Baca Juga:   Pakai Regulasi Terbaru, Piala Presiden 2024 Siap Dihelat

Untuk mengatasinya, diterapkan berbagai teknologi konstruksi modern seperti Building Information Modeling (BIM), Light Detection and Ranging (LiDAR), drone photogrammetry, hingga sistem manajemen proyek berbasis digital.

‎Penerapan teknologi tersebut dinilai mampu meningkatkan keselamatan kerja, kualitas konstruksi, dan efisiensi waktu pelaksanaan dibanding metode konvensional berbasis darat.

Selain itu, proyek ini juga melibatkan 527 tenaga kerja dengan sekitar 15 persen di antaranya merupakan tenaga lokal Kalimantan Timur.

‎Plt Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan pihaknya optimistis ruas Tol IKN Seksi 3A-2 akan memperkuat konektivitas Balikpapan, Samarinda, dan wilayah sekitarnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional.

‎“Fungsionalnya ruas ini menunjukkan kesiapan Hutama Karya dalam mengerjakan proyek strategis dengan kompleksitas tinggi, baik dari sisi teknis maupun kondisi geografis, serta mendukung percepatan konektivitas menuju IKN,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (6/5/2026). (*/)