TITIKNOL.ID, PENAJAM – Dua pelajar terbaik dari Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mewakili daerah mengikuti seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional tahun 2025.
Selain itu, empat pelajar lainnya juga mengikuti seleksi di tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) PPU, Agus Dahlan, mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu pengumuman resmi dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang mengoordinasikan seleksi secara nasional.
Proses pengumuman akan dilakukan bertahap, dimulai dari tingkat nasional, kemudian provinsi, dan terakhir kabupaten/kota.
“Kita masih menunggu pengumuman dari BPIP. Urutannya dari nasional dulu, kemudian provinsi, lalu kabupaten/kota,” ujar Agus, Rabu (4/6/2025).
Menurut Agus, hasil seleksi tersebut nantinya akan diumumkan melalui Surat Keputusan (SK) resmi yang direncanakan terbit pada bulan Juni 2025 ini.
Ia berharap semua peserta dari PPU bisa lolos ke tahap selanjutnya.
“Kami prediksi pengumuman resmi keluar bulan ini juga, Juni. Semoga anak-anak kita lolos semua,” tambahnya.
Adapun dua peserta yang mengikuti seleksi tingkat nasional adalah Fahri dari SMA Negeri 1 Penajam dan Susanti dari SMA Negeri 3 Sepaku.
Keduanya dinilai sebagai putra-putri terbaik daerah yang lolos seleksi ketat di tingkat kabupaten.
Selain itu, empat pelajar lainnya masih dalam proses seleksi untuk mewakili Kalimantan Timur. Jika lolos, mereka akan masuk masa karantina yang direncanakan mulai 1 Agustus 2025.
Agus mengungkapkan, untuk peserta seleksi tingkat nasional, keberangkatan mereka masih menunggu audiensi dan izin dari Bupati PPU sebelum menuju lokasi pembinaan nasional.
“Rencana masih silaturahmi dulu dengan Pak Bupati sebelum berangkat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara objektif dengan melibatkan tim dari TNI dan Polri.
Penilaian mencakup berbagai aspek seperti postur fisik, psikotes, serta tinggi dan berat badan sesuai standar nasional.
“Memang tidak semua sekolah terwakili, karena ada standar penilaian tertentu. Tapi proses ini dilakukan secara adil dan objektif. Mohon dimaklumi,” tutup Agus. (Advertorial/TN01)












