TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pengangkatan bangkai Kapal Motor Penumpang (KMP) Muchlisa tak kunjung dilakukan, riskan erhadap keamanan nelayan maupun transportasi laut lainnya seperti speedboat karena mengganggu jalur pelayaran.
Yang lebih membahayakan, bangkai kapal tersebut tak menutup kemungkinan dapat bergeser seiring waktu dan menyenggol pipa milik Pertamina di dasar Teluk Balikpapan yang sangat vital.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU mengajukan kepada pemilik kapal, selaku penanggung jawab utama insiden kapal tenggelam pada 7 Mei 2025 lalu yang menewaskan dua Anak Buah Kapal (ABK). Mereka menyurati PT Sadena Mitra Bahari untuk segera mengangkat bangkai kapal.
“Kami sudah bersurat dan mengajukan permohonan kepada PT Sadena Mitra Bahari, agar segera memulai proses pengangkatan bangkai KMP Muchlisa,” ujar Kepala BPBD PPU, Sukadi Kuncoro, Senin (16/6/2025).
Menurutnya apabila dibiarkan terlalu lama, pipa di dasar laut milik Pertamina sewaktu-waktu bocor hingga menimbulkan masalah baru.
“Selain itu, saat air laut sedang surut, aktivitas nelayan dan pelayaran lainnya terganggu, karena kawasan itu menjadi lalu lalang kapal nelayan, dan juga speedboat. Hal ini bisa membahayakan keselamatan mereka,” jelas Sukadi.
Namun, pihaknya sedikit lebih lega setelah mendengar kabar pelelangan untuk mengangkat bangkai kapal Muchlisa.
“Informasinya sudah ada di lelang terkait itu. Kalau ada informasi lanjutan, pasti kami diberitahu,” tandasnya.
(Advertorial/TN01)












