TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Tantangan usai Pilkada di Kalimantan Timur, di antaranya adanya kenaikan harga kebutuhan pokok hingga isu radikalisme yang bisa memecah belah kehidupan masyarakat.
Hal tersebut dikaji secara mendalam oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kalimantan Timur atau Kesbangpol Kaltim.
Pihaknya sejauh ini masih terus pantau situasi politik dan kondusifitas setelah Pilkada serentak di Kalimantan Timur.
Kepala Badan Kesbangpol Kaltim, Sufian Agus, mengatakan pemantauan dilakukan perwakilan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim dan sejumlah instansi vertikal lainnya melalui rapat rutin.
Rapat Tim Pemantauan Perkembangan Politik di Provinsi Kalimantan Timur pada pekan ini sudah dilakukan.
“Seperti kita ketahui, tahun 2024 lalu kita telah melaksanakan Pemilu Legislatif Presiden dan Pilkada dengan situasi yang aman dan kondusif, meskipun sempat terjadi Pemungutan Suara Ulang,” ujarnya pada Sabtu (21/6/2025).
Selain itu, pihaknya juga menghadapi tantangan lain seperti kenaikan harga bahan pokok yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang turut dibahas.
Kemudian, Sufian Agus juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi radikalisme yang dapat mengganggu ideologi Pancasila.
Radikalisme yang menentang ideologi Pancasila serta munculnya kelompok dengan paham keagamaan yang menyimpang.
“Perlu kita waspadai bersama, karena dapat menimbulkan keresahan di masyarakat,” tutur Sufian Agus.
Selain isu-isu ini, turut dibahas pula perkembangan situasi di Muara Kate Paser serta persoalan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang baru-baru ini terjadi di sejumlah daerah.
Dari hasil rapat tentu saja sangat diharapkan dapat dirumuskan masukan-masukan yang nantinya akan dibawa ke tingkat yang lebih tinggi, termasuk forum Forkopimda.
“Kesbangpol juga dapat memfasilitasi berbagai masukan terkait situasi ekonomi, sosial, serta setelah Pilkada,” katanya. (*)












