TITIKNOL.ID, PENAJAM – Sepasang Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) perwakilan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang dinyatakan lolos seleksi di tingkat nasional kini tinggal menanti pengumuman setelah mengikuti serangkaian tes ketat untuk bisa berlanjut ke tahap karantina dan pelatihan intensif berikutnya.
“Kita tinggal menunggu pengumuman. Di tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), PPU ada mengirimkan sebanyak tiga pasang atau enam orang. Satu pasang lolos seleksi di tingkat Nasional. Kemarin sudah kita kirim, terakhir mereka sudah pulang, informasinya sekitar 4-5 hari ada pengumuman ada pusat,” ungkap Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) PPU, Agus Dahlan, Rabu (2/7/2025).
Ia mengharapkan dukungan doa agar dua calon Paskibraka asal PPU berhasil lolos di tingkat nasional.
“Mudah-mudahan, kita doakan saja, kedua anak kita bisa lolos Paskib di nasional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, untuk dapat terpilih menjadi Paskibraka pusat, peserta harus siap bersaing dengan masing-masing perwakilan daerah, yang bahkan satu daerah mengirimkan tiga pasang.
“Setiap Provinsi itu mengirimkan tiga pasang atau enam orang, jadi pastilah persaingan sangat ketat, karena yang akan dipilih mewakili setiap daerah hanya sepasang, jadi sekitar 76 yang bisa lolos mewakili Provinsi masing-masing,” ujarnya.
Seleksi di tingkat nasional, sebut Agus Dahlan, dilakukan di Jakarta selama tiga hari, mulai tanggal 26 hingga 29 Juni 2025.
“Kita tinggal menunggu hasilnya, mudahan saja terpilih,” kata Agus.
Adapun, semisal dua putra putri daerah perwakilan Kabupaten PPU tidak terpilih menjadi Paskibraka di tingkat pusat, lanjut Agus, secara otomatis akan menjadi perwakilan Paskibraka di tingkat Provinsi.
“Karena dia dari Provinsi saja sudah diusulkan untuk mengikuti seleksi nasional, jadi otomatis apabila tidak terpilih, akan bertugas di tingkat Provinsi,” jelasnya.
Dua putra putri daerah itu ialah Fahri, asal SMA Negeri 1 PPU dan Susanti, asal SMA Negeri 3 Sepaku. Keduanya, telah mengikuti tes ketat sesuai jadwal yang ditetapkan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Jakarta.
(Advertorial/TN01)












