Nasional

Terjawab Penyebab Donasi Rp1,5 M untuk Agam Rinjani Dibekukan, Polemik Biaya Platform Jadi Sorotan

438
×

Terjawab Penyebab Donasi Rp1,5 M untuk Agam Rinjani Dibekukan, Polemik Biaya Platform Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Juliana Marins, warga Brazil yang terjatuh saat mendaki Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (21/6/2025). (Instagram @resgatejulianamarins)

TITIKNOL.ID — Donasi warga Brasil untuk Agam Rinjani, relawan asal Indonesia yang mengevakuasi jenazah pendaki Brasil Juliana Marins di Gunung Rinjani, secara mengejutkan dibatalkan pada Senin (30/6/2025).

Padahal, dana yang berhasil terkumpul mencapai lebih dari 522 ribu real Brasil atau sekitar Rp1,5 miliar.

Penggalangan dana ini awalnya diprakarsai oleh platform sosial VOAA dan komunitas Razoes para Acreditar di Brasil, sebagai bentuk apresiasi atas aksi heroik Agam.

Namun, keputusan pembatalan justru memicu kehebohan baru di kalangan publik dan warganet.

Dalam unggahan resmi mereka, kedua penggagas menyebut bahwa kampanye ini menjadi sasaran serangan, ujaran kebencian, hingga tuduhan penipuan, setelah publik mengetahui bahwa 20 persen dari dana akan dipotong untuk biaya operasional platform.

Potongan sebesar 104.000 real Brasil atau sekitar Rp309 juta itu dinilai terlalu besar untuk sebuah aksi kemanusiaan.

Banyak warganet menilai bahwa niat mulia donasi telah ternoda oleh kepentingan bisnis, meski pihak platform mengklaim bahwa potongan biaya tersebut telah dijelaskan sejak awal.

VOAA berdalih, dana 20 persen itu dipakai untuk keperluan manajemen website, produksi konten, verifikasi, hingga urusan hukum dan komunikasi.

Namun, sorotan publik membuat kampanye kehilangan fokus utamanya: menghargai perjuangan Agam dalam menyelamatkan jenazah Juliana.

Akibat tekanan tersebut, pihak penggalang dana memilih mengembalikan seluruh donasi kepada para penyumbang.

Proses pengembalian dilakukan otomatis tanpa proses tambahan, mulai Senin (30/6/2025), langsung ke metode pembayaran masing-masing donor.

Meski pengembalian dana dianggap keputusan etis, banyak pendukung Agam di media sosial merasa kecewa.

Mereka menyayangkan bahwa apresiasi tulus untuk Agam justru terhalang oleh urusan biaya dan transparansi.

“Lebih memilih mengembalikan uang daripada melepas potongan 20 persen. Ini bukan soal amal, tapi bisnis,” tulis salah satu komentar pedas di akun Instagram VOAA.

Baca Juga:   Tanggapi Fitnah di Medsos, Ketua PERADMI Gowa Akan Ambil Langkah Hukum

Agam Rinjani sendiri dikenal sebagai sosok relawan asal Makassar yang dengan gigih memimpin evakuasi jenazah Juliana Marins di Gunung Rinjani, NTB.

Aksinya menuai pujian dan menjadikannya simbol kemanusiaan di mata publik Brasil, bahkan dijuluki “malaikat Rinjani”. (*)