Penajam

‎Wabup PPU Studi Banding ke Sleman, Pelajari Strategi Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan

259
×

‎Wabup PPU Studi Banding ke Sleman, Pelajari Strategi Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sleman dalam upaya memperkuat komitmen terhadap perlindungan lahan pertanian dan mendukung program lahan pertanian pangan berkelanjutan.

TITIKNOL.ID, SLEMAN – Dalam rangka memperkuat program Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Waris Muin, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Selasa (1/7/2025).

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten PPU menjaga ketahanan pangan dan mencegah alih fungsi lahan.

‎Kegiatan berlangsung di lokasi wisata edukatif Jejamuran, dan rombongan dari PPU disambut langsung oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, bersama Plh. Kepala Dinas Pertanian Sleman, Rofiq Andriyanto, serta Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Pertaru) Sleman, Agung Armawanta. Suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi terasa sejak awal pertemuan.

‎Dalam sambutannya, Wakil Bupati Abdul Waris mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Sleman.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Sleman dalam menjaga kelestarian lahan pertanian, meski di tengah tekanan pembangunan yang masif.

‎”Ini adalah kehormatan bagi kami bisa belajar langsung dari Sleman yang sudah berhasil dalam menerapkan kebijakan perlindungan lahan pertanian. Terima kasih telah berbagi pengalaman dan strategi dalam menjaga keberlanjutan sektor ini,” ungkap Waris.

‎Kabupaten Sleman diketahui memiliki luas wilayah sekitar 57.482 hektare, yang terdiri atas 15.915,9 hektare lahan sawah dan 19.958,87 hektare lahan pertanian non-sawah.

Komoditas pertanian di daerah ini meliputi tanaman pangan seperti padi, jagung, dan kedelai, serta hortikultura seperti salak dan jamur.

‎Tidak hanya itu, sektor pertanian di Sleman juga mencakup perkebunan (kopi, kelapa, tebu, dan tembakau), peternakan (unggul di ternak besar, kecil, dan unggas), hingga perikanan untuk konsumsi dan ikan hias.

Sleman dinilai berhasil mempertahankan kontribusi sektor pertanian tanpa menghambat pembangunan daerah.

‎Tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk mempelajari strategi perencanaan dan penetapan LP2B yang telah berhasil diterapkan di Sleman.

Baca Juga:   Soroti Penyaluran Pupuk Subsidi, Jamaluddin: Jatah Petani Justru Diambil Pihak Ketiga

Selain itu, Wabup Waris juga ingin memahami regulasi serta kebijakan perlindungan lahan agar dapat diterapkan di wilayah PPU secara adaptif.

‎Menurut Abdul Waris, pelestarian lahan pertanian menjadi sangat penting di tengah tekanan alih fungsi lahan akibat perkembangan kawasan, terutama di daerah yang kini menjadi bagian dari penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Oleh karena itu, referensi dari daerah seperti Sleman sangat diperlukan.

‎Wakil Bupati Waris berharap kunjungan kerja ini membuka peluang kerja sama antardaerah, serta dapat menjadi inspirasi dalam penyusunan kebijakan daerah berbasis kearifan lokal dan berorientasi pada ketahanan pangan jangka panjang di Kabupaten PPU.

‎Melalui studi banding ini, Pemerintah Kabupaten PPU berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas tata kelola lahan pertanian dan memperkuat ketahanan pangan yang berkelanjutan demi masa depan masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera. (Advertorial/Humas15)