Penajam

DLH PPU Optimis Raih Piala Adipura ke-8, Safwana: Ini Dorongan Bagi Kami untuk Terus Menjaga Lingkungan Hidup

269
×

DLH PPU Optimis Raih Piala Adipura ke-8, Safwana: Ini Dorongan Bagi Kami untuk Terus Menjaga Lingkungan Hidup

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU Safwana optimis raih Piala kedelapan Adipura

TITIKNOL.ID, PENAJAM — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali menunjukkan optimisme tinggi untuk meraih Piala Adipura ke-8.

‎Penghargaan bergengsi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ini merupakan bentuk apresiasi atas keberhasilan daerah dalam pengelolaan lingkungan dan kebersihan kota.

‎Kepala DLH PPU, Safwana, menyampaikan bahwa penilaian Adipura telah rampung pada September 2024 lalu dan kini tinggal menunggu hasil pengumuman resmi dari pemerintah pusat.

‎Ia mengungkapkan keyakinannya bahwa PPU berpeluang besar kembali membawa pulang piala tersebut.

‎”Tahun lalu kita berhasil meraih Adipura yang ketujuh untuk kategori kota kecil. Tahun ini kami optimis bisa menambah koleksi menjadi delapan piala,” ujar Safwana, Kamis (10/7/2025).

‎Safwana menjelaskan, poin tertinggi dalam penilaian Adipura biasanya diperoleh dari pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

‎Selain itu, kawasan pasar, keberadaan bank sampah, ruang terbuka hijau, dan pengelolaan sampah rumah tangga juga menjadi indikator penting dalam penilaian.

‎Tahun ini, KLHK dikabarkan akan menambahkan kategori baru dalam pengumuman Adipura, yaitu penilaian untuk kabupaten/kota dengan pengelolaan lingkungan terburuk.

‎Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri LHK saat Rapat Koordinasi Nasional beberapa waktu lalu.

‎”Waktu rakornas, belum ada pengumuman resminya, tapi disampaikan bahwa tahun ini akan ada juga kategori untuk daerah yang paling kotor,” ucap Safwana.

‎Ia menegaskan bahwa PPU tidak termasuk dalam kategori tersebut.

‎Hal ini karena DLH PPU telah meninggalkan sistem open dumping dalam pengelolaan TPA dan beralih ke sistem controlled landfill, yakni metode pengelolaan di mana sampah ditimbun dan ditutup secara berkala untuk mengurangi dampak lingkungan.

‎Hingga saat ini, lebih dari 300 kabupaten/kota di Indonesia telah mendapat teguran dari KLHK karena masih menggunakan sistem open dumping.

‎Namun, Kabupaten PPU telah bertransformasi ke arah yang lebih baik dalam pengelolaan sampah.

‎Menurut Safwana, selain menjadi kebanggaan, penghargaan Adipura juga merupakan motivasi penting bagi daerah dalam meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan, khususnya kebersihan kota, pengelolaan sampah, dan penyediaan ruang terbuka hijau.

‎“Ini bukan sekadar penghargaan, tapi dorongan bagi kami untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Kabupaten PPU. Kami optimis tahun ini bisa kembali meraih Piala Adipura,” tandasnya. (Advertorial/TN01)