Nasional

Analisis Jokowi Ada Agenda Besar, Dihembus Ijazah Palsu hingga Pemakzulan Wapres

338
×

Analisis Jokowi Ada Agenda Besar, Dihembus Ijazah Palsu hingga Pemakzulan Wapres

Sebarkan artikel ini
ANALISIS POLITIK JOKOWI - Foto ilustrasi Joko Widodo atau Jokowi, mantan Presiden Republik Indonesia. Jawab tuduhan soal ijazah palsu dan tanggapi isu mendorong pemakzulan Wapres Gibran (Meta Ai)

Polemik ijazah palsu Jokowi masih terus bergulir, sementara surat usulan pemakzulan Gibran kendati masih mandeg di DPR dan MPR namun juga menjadi sorotan publik

TITIKNOL.ID, SOLO – Mantan Presiden RI, Joko Widodo atau Jokowi dan keluarganya kini tengah diguncang sejumlah isu, mulai dari isu ijazah palsu hingga surat pemakzulan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wapres. 

Polemik ijazah palsu Jokowi masih terus bergulir, sementara surat usulan pemakzulan Gibran kendati masih mandeg di DPR/MPR namun juga menjadi sorotan publik. 

Berbagai kabar tersebut membuat Jokowi merasa ada agenda besar politik di balik serentetan kasus yang dituduhkan kepada dirinya dan keluarganya.

Jokowi pada Senin 14 Juli 2025 menyampaikan hal ini saat ditemui di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah.

Mantan Presiden RI, Jokowi mengatakan, “Saya berperasaan memang kelihatannya ada agenda besar politik di balik isu ijazah palsu, pemakzulan.” 

Jokowi mengatakan ada upaya untuk menurunkan reputasinya akhir-akhir ini.

Termasuk mengaburkan prestasi-prestasi yang ia lakukan selama dua periode memimpin sebagai Presiden RI.

“Perasaan politik saya mengatakan ada agenda besar politik untuk menurunkan reputasi politik untuk men-downgrade,” terangnya.

 Meski begitu, ia merasa tak begitu khawatir terkait dengan agenda di balik isu yang menyudutkan dirinya tersebut.

 “Buat saya biasa-biasa saja. Termasuk itu (pemakzulan). Isu ijazah palsu, pemakzulan Mas Wapres saya kira ada agenda besar politik,” jelasnya.

Terkait dengan kasus dugaan ijazah palsu yang masih terus bergulir, ia meminta masyarakat mengikuti proses hukum yang sedang berjalan.

“Ini kan dalam proses hukum. Saya baca kemarin sudah dalam proses penyidikan.

Ya sudah serahkan kepada proses hukum yang ada. Kemudian nanti kita lihat di sidang yang ada di pengadilan seperti apa,” tuturnya.

Baca Juga:   Sembunyikan Sabu di Panci Listrik dan Helm, Warga Tanjung Laut Diciduk Polres Bontang‎

Ia pun kembali menegaskan hanya akan menunjukkan ijazah aslinya di pengadilan.

Ia tidak akan menunjukkan di luar sidang.

“Yang jelas saya ingin menunjukkan ijazahnya di dalam sidang pengadilan nantinya. Nggak (di luar sidang).

Harus dalam sidang-sidang pengadilan yang ada nanti. Akan saya tunjukkan ijazah asli yang saya miliki,” jelasnya.

Serangan bertubi-tubi ke Jokowi dan keluarganya

Dalam beberapa bulan terakhir, Jokowi terus ‘diserang’ secara politik dan hukum sejak tidak menjabat lagi Presiden RI.

Setelah kasus dugaan ijazah palsu dan upaya pemakzulan terhadap putranya,  kini muncul tuduhan lain ke Jokowi dan keluarganya.

Diantaranya Jokowi dituduh jadi dalang kecelakaan putra Amien Rais tahun 2020 lalu hingga dituduh perintahkan impor gula dalam kasus Tom Lembong.

Tak hanya pribadi Jokowi, keluarganya pun tak luput dari serangan.

Catatan sebelumnya, pada bulan lalu, Gibran Rakabuming Raka yang kini menjabat Wakil Presiden RI diusulkan dimakzulkan oleh Forum Purnawirawan Prajurit TNI  beberapa waktu lalu.

Surat usulan pemakzulan telah dikirim ke DPR dan MPRI.

Dalam suratnya, Forum menyoroti keabsahan Gibran sebagai wakil presiden.

Mereka menyebut Gibran maju melalui putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang dinilai cacat hukum, yakni Putusan Nomor 90/PUU-XXI/2023.

Putusan MK No. 90/PUU-XXI/2023 terhadap pasal 169 huruf q Undang-undang Pemilu seharusnya batal demi hukum karena Anwar Usman tidak mengundurkan diri dari majelis hakim, padahal memiliki konflik kepentingan,” demikian isi surat tersebut.

 Forum juga mengkritisi rekam jejak Gibran yang dianggap minim pengalaman serta meragukan dari segi etika dan moral.

Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa surat tersebut belum ia baca karena DPR baru saja memasuki masa sidang usai reses.

Baca Juga:   4 Desa dari Paser Ikut Pameran Teknologi Tepat Guna Kaltim hingga 3 Mei di PPU

“Belum lihat, ini baru masuk masa sidang,” kata Puan, seusai rapat paripurna pembukaan masa sidang, Selasa (24/6/2025).

Bobby Nasution, Menantu Jokowi Dikaitkan dengan KPK

Kini giliran menantu Jokowi yakni Bobby Nasution yang tampaknya ikut ‘diserang’.

Bobby adalah suami dari Kahiyang Ayu  putri Jokowi.

Saat ini Bobby menjabat Gubernur Sumatera Utara akan diperiksa KPK dalam kasus dugaan korupsi proyek jalan di Sumatera Utara.

Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan, pihaknya menggunakan metode follow the money dalam kasus ini.

KPK akan menelusuri aliran uang dari perkara korupsi yang menyeret salah satu anak buah Bobby yaitu Kepala Dinas PUPR Sumut Topan Obaja Putra Ginting.

Terkait hal itu, Bobby menyerahkan hal itu (follow the money) ke KPK. 

“Ya kita lihat di hukum aja nanti (adanya dugaan aliran uang korupsi proyek jalan ke Bobby Nasution),” beber Bobby. (*)