Nasional

3 Korban KM Barcelona V Teridentifikasi, Dua Masih Dicari di Perairan Talise

307
×

3 Korban KM Barcelona V Teridentifikasi, Dua Masih Dicari di Perairan Talise

Sebarkan artikel ini
Tangkapan layar Video Facebook kondisi Kapal Barcelona V terbakar. Tampak penumpang mulai menggunakan baju pelampung.

TITIKNOL.ID — Proses pencarian korban kebakaran kapal penumpang KM Barcelona V masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan di perairan Talise dan Gangga, Sulawesi Utara.

Hingga Senin siang, 21 Juli 2025, sebanyak tiga korban meninggal telah berhasil diidentifikasi.

‎Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Manado, George L.M. Randang, menyebut identitas ketiga korban yang ditemukan yaitu Asna Lapae (50), Zakaria Tinggiulang, dan Juliana Kumolungo (40). Dua di antaranya perempuan.

‎Sementara itu, dua korban lainnya masih dalam proses pencarian dan belum teridentifikasi.

Namun, George mengatakan pihaknya telah menerima laporan orang hilang dari keluarga korban yang menduga anggota keluarganya turut menjadi korban dalam insiden tersebut.

‎“Kedua nama yang masih dalam pencarian adalah Levi Aiba dan Hamen Langinang, berdasarkan informasi yang diterima oleh posko Basarnas dari laporan warga,” ungkap George kepada awak media, Senin (21/7/2025).

‎Pencarian korban dilakukan secara intensif dengan mengerahkan kekuatan penuh.

George memastikan proses evakuasi dilakukan menyeluruh dan terus dipantau ketat untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal.

‎Berdasarkan data terbaru, KM Barcelona V membawa 571 penumpang sesuai manifes dan laporan pascakejadian.

Sebanyak 568 penumpang dinyatakan selamat, sementara lima orang dipastikan meninggal dunia akibat insiden kebakaran tersebut.

‎Untuk mendukung pencarian, tim SAR gabungan menurunkan 23 personel, terdiri dari anggota Basarnas, dua personel TNI AL, dan satu personel TNI AD.

Armada yang digunakan termasuk kapal KN SAR Bima Sena serta perahu karet (rubber boat).

‎Penyisiran dilakukan di laut dan darat, termasuk pulau-pulau kecil di sekitar lokasi kejadian yang berpotensi menjadi tempat terdamparnya korban selamat maupun jenazah. Kondisi arus laut dan cuaca juga terus dipantau demi keselamatan tim.

‎“Musibah ini menjadi perhatian banyak pihak. Proses pencarian dilakukan dengan mengutamakan kecepatan, ketelitian, dan keselamatan semua petugas di lapangan,” tegas George. (*/)