SendawarTitiknolKaltim

Kutai Barat Punya 21 Ribu Petani Aktif, Pemkab Siap Dukung Pertanian Berkelanjutan

225
×

Kutai Barat Punya 21 Ribu Petani Aktif, Pemkab Siap Dukung Pertanian Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
MEMBANGUN PERTANIAN KUBAR - Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, menyatakan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menempatkan sektor pertanian sebagai prioritas utama pembangunan dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan menciptakan kemandirian daerah.

TITIKNOL.ID, SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur, menempatkan sektor pertanian sebagai prioritas utama pembangunan dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan menciptakan kemandirian daerah.

Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, menegaskan hal ini usai memimpin upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang digelar di Alun-alun ITHO, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur pada Minggu (17/8/2025).

“Pertanian adalah tulang punggung perekonomian nasional, termasuk di Kutai Barat. Sektor ini tak hanya menyediakan pangan, tapi juga menciptakan lapangan kerja dan memasok bahan baku industri,” ujar Frederick.

Merujuk data terkini, luas lahan pertanian di Kutai Barat terdiri dari:

  • Padi sawah seluas 532,40 hektare
  • Padi ladang seluas 1.561,10 hektare

Dari luasan tersebut, produksi padi tahun 2024 mencapai 6.052 ton.

Di sisi sumber daya manusia, Kubar memiliki:

  • 1.071 kelompok tani
  • Sekitar 21.420 petani aktif

“Capaian ini mencerminkan semangat kemandirian yang terus kita bangun di masyarakat,” tutur Bupati Kutai Barat, Frederick.

Bupati Kutai Barat, Frederick menyebutkan bahwa penguatan sektor pertanian sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam RPJMN 2020–2024.

“Pertanian menjadi instrumen penting untuk mengurangi ketergantungan pangan dari luar daerah dan membuka lebih banyak peluang kerja di pedesaan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Pemkab Kutai Barat akan terus berperan sebagai fasilitator dan regulator untuk memastikan pembangunan pertanian berjalan optimal.

“Tujuan akhirnya adalah menjadikan Kubar sebagai kabupaten swasembada pangan yang mampu menopang kebutuhan pangan lokal secara mandiri,” tutupnya. (*)