TITIKNOL.ID, PENAJAM – Sejak empat bulan belakangan, pemerintah daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Pertanian menyerukan larangan alih fungsi lahan.
Larangan alih fungsi lahan tersebut telah disampaikan kepada pejabat di tingkat kecamatan, kelurahan dan desa maupun para petani itu sendiri.
“Sudah diinformasikan sejak 4 bulan lalu, kita juga sampaikan kepada camat, lurah, kades untuk memberikan himbauan larangan alih fungsi lahan berkaitan dengan dukungan terhadap ketersediaan dan ketahanan pangan,” ujar Kepala Dinas Pertanian PPU, Andi Trasodiharto, Senin (18/8/2025).
Ia membeberkan alasan dibalik maraknya alih fungsi lahan, sebelum sektor pertanian kini menjadi skala prioritas pemerintah pusat dan daerah.
“Dahulu petani kesulitan dalam menjual gabah. Harganya rendah, namun kini terbalik. Bulog akan menyerap seluruh hasil petani dengan harga yang cukup menjanjikan Rp6.500,” jelas Andi.
Menurutnya, kesejahteraan petani seharusnya telah dirasakan. Mulai pemberian fasilitas alat dan mesin pertanian, bantuan bibit, hingga pupuk subsidi, lahan-lahan garapan petani ditaksir mendapatkan hasil yang menjanjikan.
“Sebenarnya tidak ada lagi alih fungsi lahan, karena pupuk subsidi, solar subsidi, lahan kita bantu alatnya, ditambah peran penyuluh mengawal dan mendampingi bekerja. Ketika hasilnya bagus, bulog siap menerima,” kata dia.
Ia menyebut bahwa rata-rata petani memiliki lahan seluas tiga hektare. Apabila satu hektare mampu menghasilkan 5 ton gabah, maka satu kali panen tiap hektarenya dapat mencapai pendapatan maksimal Rp32 juta.
“Itu sudah sangat sejahtera. Sekarang banyak petani yang akan rugi ketika sawahnya tidak diolah karena hasilnya menjanjikan,” ucapnya.
Selain itu, rencana realisasi pembangunan Bendung Gerak Telake yang bakal menopang kebutuhan air petani di dua Kabupaten sekaligus, tentu menjadi angin segar bagi pemerintah daerah meminimalisir alih fungsi lahan.
“Mudahan 2026 proyek strategis nasional itu segera dikebut hingga bagaimana bendung Gerak Telake segera dimaksimalkan. Ini menjadi kunci bahwa kita telah mengupayakan solusi terbaik di sektor pertanian kita dengan memberikan jaminan kebutuhan irigasi dan harga jual gabah yang tinggi. Dengan begitu, petani tak lagi merasa dirugikan,” tandasnya.
(TN01)












