Nasional

‎Presiden Prabowo Targetkan Ekonomi 2026 Tumbuh 5,4%, Janji Jaga Uang Rakyat dengan Ketat

208
×

‎Presiden Prabowo Targetkan Ekonomi 2026 Tumbuh 5,4%, Janji Jaga Uang Rakyat dengan Ketat

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Kenegaraan di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen RI, Jakarta, Jumat (15/8/2025).(Tangkapan Layar TV Parlemen)

TITIKNOL.ID – Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 bisa menembus angka 5,4 persen atau lebih.

‎Target tersebut dicanangkan melalui pengelolaan fiskal yang sehat, transformasi ekonomi yang efektif, serta peningkatan kesejahteraan rakyat.

‎Dalam penyampaian RUU APBN 2026 dan Nota Keuangan di Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025), Prabowo menegaskan bahwa penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, serta inovasi pembiayaan tidak boleh sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

‎“Subsidi energi dan bansos terus kita dorong supaya lebih tepat sasaran, berbasis data tunggal sosial ekonomi nasional. Pembiayaan APBN harus dikelola secara pruden dan inovatif, utang, defisit, dan rasio utang dijaga pada batas aman,” kata Prabowo.

‎Ia menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan fiskal jangka menengah dan panjang sebagai jangkar stabilitas ekonomi sekaligus kesejahteraan rakyat.

‎Menurutnya, pemerintah juga akan mendorong skema pembiayaan kreatif dengan melibatkan peran Danantara dan sektor swasta sebagai motor penggerak ekonomi nasional.

‎Dalam pidatonya, Prabowo juga menegaskan perlunya efisiensi belanja negara.

‎“Setiap rupiah uang rakyat harus kita jaga, jangan seenaknya main-main dengan uang rakyat. Belanja negara harus memberi manfaat nyata, menciptakan lapangan kerja, memperkuat daya beli, dan meningkatkan layanan publik,” tegasnya.

‎Presiden menilai, desain APBN ke depan harus lebih proporsional dan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyat.

‎Fokusnya mencakup layanan publik terbaik, penguatan aktivitas ekonomi bernilai tambah tinggi, serta mendukung kegiatan yang mampu memberikan keuntungan komersial.

‎Prabowo menyebut, peran Danantara serta keterlibatan sektor swasta, termasuk kerja sama dengan mitra global, akan semakin dioptimalkan.

‎Hal ini diharapkan dapat mengurangi beban APBN sekaligus mempercepat pembangunan ekonomi nasional.

‎Selain itu, ia menegaskan bahwa desain belanja negara di tingkat pusat maupun daerah harus menjadi satu kesatuan yang utuh.

‎Dengan pendekatan ini, transfer ke daerah tidak lagi menjadi satu-satunya instrumen pemerataan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

‎Melalui strategi tersebut, Prabowo berharap pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dapat tercapai.

‎“APBN harus hadir untuk rakyat, menjadi instrumen utama kesejahteraan, sekaligus mendorong produktivitas dan daya saing bangsa,” pungkasnya. (*/)