TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Kebakaran kembali mengguncang Kota Samarinda pada Rabu (20/8/2025) malam. Peristiwa ini terjadi di kawasan padat penduduk, tepatnya di Jalan Delima Dalam, Blok C RT 51, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.
Berikut ini tujuh fakta penting terkait insiden kebakaran yang sempat membuat warga panik:
1. Api Mulai Berkobar Sekitar Pukul 20.14 Wita
Kebakaran diketahui pertama kali sekitar pukul 20.14 Wita. Warga sekitar melihat kobaran api dan segera berupaya memadamkan dengan peralatan seadanya, sembari menunggu petugas datang.
2. Satu Rumah Dua Pintu Ludes Terbakar
Komandan Posko (Danpos) 3 Samarinda Ulu, Tri Indarto, mengonfirmasi bahwa satu rumah dua pintu habis terbakar. Rumah lain yang berada di bagian belakang juga turut terdampak.
3. Pemadaman Sempat Terkendala Jalan Sempit dan Sumber Air
Petugas Damkar mengalami kesulitan mencapai lokasi karena akses jalan yang sempit dan sumber air yang terbatas.
Meski begitu, api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 45 menit sebelum merembet ke rumah lainnya.
4. Kepanikan hingga Adu Mulut Terjadi di Lokasi
Kepanikan sempat terjadi di tengah warga. Dari pantauan di lapangan, suasana tegang juga muncul antara warga dan petugas pemadam kebakaran, yang sempat terlibat adu mulut.
5. Diduga Akibat Korsleting Listrik
Penyebab kebakaran sementara diduga akibat korsleting listrik (arus pendek). “Masih dugaan, nanti pihak berwenang yang akan memastikan,” kata Tri Indarto.
6. Kesaksian Warga: Api Tiba-tiba Muncul
Salah satu saksi mata, Hariyadi, mengaku mengetahui kebakaran saat sedang berada di rumah.
“Saya langsung keluar saat dapat kabar, dan melihat api sudah besar. Kami coba bantu padamkan tapi tidak berhasil,” ujarnya.
7. Tidak Ada Korban Jiwa
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Penghuni rumah yang terbakar sudah terbangun dan berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar.
Kebakaran di kawasan Sidodadi Samarinda ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan di lingkungan padat penduduk, serta perlunya perawatan instalasi listrik secara rutin. Warga diminta tetap waspada, terutama di musim kemarau seperti saat ini. (*)












