BalikpapanTitiknolKaltim

PMII Tuntut Keadilan untuk Guru Honorer dan Janji Kemerdekaan di Simpang Plaza Balikpapan

247
×

PMII Tuntut Keadilan untuk Guru Honorer dan Janji Kemerdekaan di Simpang Plaza Balikpapan

Sebarkan artikel ini
DEMO PMII BALIKPAPAN - Puluhan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Balikpapan menggelar aksi spontan di Traffic Light Plaza, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Kamis (21/8/2025) sore. (HO/PMII Balikpapan) 

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Puluhan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Balikpapan menggelar aksi spontan di Traffic Light Plaza, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Kamis (21/8/2025) sore.

Mereka membentangkan bendera bergambar One Piece sebagai simbol perlawanan sekaligus menyuarakan kritik sosial.

Bendera One Piece itu dipakai bukan sekadar “gaya-gayaan”, tapi sebagai lambang kritik dan harapan bahwa masih ada yang berjuang menegakkan keadilan dan keberpihakan pada yang lemah, persis seperti kru Topi Jerami dalam ceritanya.

Aksi yang dimulai pukul 14.36 Wita itu melibatkan 17 peserta, terdiri dari pengurus PMII, komisariat kampus, anggota Kopri, kader, dan tiga guru honorer.

Ketua PC PMII Balikpapan, Hijir Ismail, menegaskan aksi ini sebagai refleksi ketidakmerdekaan yang masih dirasakan oleh rakyat.

“Rakyat masih dibebani berbagai masalah, sementara pemerintah justru menikmati kesejahteraan. Kami ingin pemerintah sadar dan memperhatikan aspirasi rakyat,” ujar Hijir dalam orasinya.

Isu kesejahteraan guru honorer menjadi sorotan utama. Hayyi Rosyid mengkritik ketidakadilan dalam kebijakan pemerintah.

“Gaji pejabat naik ratusan juta, tapi guru honorer hanya menerima Rp300 ribu. Mereka dianggap beban negara, padahal peran mereka besar dalam mencerdaskan anak bangsa,” tegasnya.

Ketua Kopri PMII Balikpapan, Aisyah Dewi Nur R, menyoroti ironi Kota Balikpapan sebagai kota minyak yang warganya kesulitan mendapatkan BBM.

“Janji gratispol hanyalah janji kosong. MBG pun tidak dirasakan oleh semua masyarakat. Setelah 80 tahun kemerdekaan, kesejahteraan seakan hanya untuk pejabat, bukan rakyat,” katanya lantang.

Beberapa spanduk dan poster bernada kritik keras terhadap pemerintah dan kebijakan pajak Menteri Keuangan turut dibentangkan, antara lain bertuliskan “Negara Kuat, Rakyat Melarat” dan “PMII Bergerak, Pejabat Sejahtera, Rakyat Sengsara”.

Aksi berjalan lancar hingga pukul 16.10 Wita, kemudian diakhiri dengan penurunan bendera One Piece di JPO Plaza Balikpapan.

Baca Juga:   Kronologi Kapal Sabuk Nusantara 89 Tabrak Tongkang di Muara Mahakam Kaltim, Segera Investigasi

Massa membubarkan diri secara tertib dengan pengamanan aparat yang menjaga ketertiban sepanjang aksi. (*)