TITIKNOL.ID, TANAH GROGOT – Satreskrim Polres Hulu Sungai Tengah (HST) mengungkap kasus peredaran beras oplosan yang menggunakan kemasan resmi Badan Urusan Logistik (Bulog) dari Kalimantan Selatan (Kalsel).
Rencananya, beras tersebut akan dikirim ke Desa Batu Kajang, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur.
Dalam operasi itu, polisi menyita 200 karung beras ukuran 5 kilogram dengan total berat 1.000 kilogram.
Pelaku diketahui telah menjalankan aksinya selama enam bulan terakhir.
Menindaklanjuti kasus tersebut, terungkap informasi soal beredarnya beras SPHP asal Kalimantan Selatan di wilayah Batu Kajang.
Seorang warga Desa Batu Kajang membenarkan bahwa beras SPHP dari Kalsel memang sempat dijual oleh sejumlah pedagang setempat.
“Beberapa pedagang di sini memang mengaku sempat menjual beras SPHP dari Kalsel, bahkan sudah beredar sejak bulan puasa,” ungkap warga tersebut, Jumat (22/8/2025), yang enggan disebut namanya.
Ia juga menyebutkan bahwa banyak warga telah membeli beras SPHP tersebut. Namun kini, stok beras SPHP yang beredar di Batu Kajang berasal dari Tanah Grogot dan baru tersedia sejak sepekan terakhir.
“Yang beli banyak, tapi saya tidak tahu siapa pemasoknya. Yang jelas, pedagang di sini menerima pasokan saat distributor dari Kalsel membawa beras lokal Banjar bersama beras SPHP,” tambahnya.
Kepala Bulog Kantor Cabang (Kanca) Kabupaten Paser, Muhammad Mukhlis, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres Paser terkait peredaran beras SPHP dari luar wilayah tersebut.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Polres Paser dan menunggu tindak lanjutnya. Dari pihak HST Kalsel juga kemungkinan sudah melakukan penindakan,” jelas Mukhlis.
Bulog Kanca Paser, lanjutnya, selama ini aktif menjual beras SPHP kepada masyarakat melalui kegiatan pasar murah, termasuk di Desa Batu Kajang.
Mukhlis menegaskan bahwa penjualan beras SPHP harus melalui pengecer resmi. Jika ada pihak yang menjual tanpa status agen resmi Bulog, pihaknya akan langsung menindaklanjuti bersama kepolisian.
“Kalau di Batu Kajang memang belum ada agen resmi Bulog. Kami saat ini fokus mendata dan membangun sistem distribusi secara bertahap,” pungkasnya. (*)












