Penajam

ODGJ di PPU Baru 179 Jalani Pengobatan Rutin, Kabid P2P Dinkes PPU Singgung Peran Keluarga

154
×

ODGJ di PPU Baru 179 Jalani Pengobatan Rutin, Kabid P2P Dinkes PPU Singgung Peran Keluarga

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan PPU Temu Budiarti

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatat hingga triwulan pertama 2025 baru 179 orang dengan gangguan jiwa berat (ODGJ) yang menjalani pengobatan. Padahal jumlah ODGJ yang terdata di daerah ini mencapai 220 jiwa.

‎Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes PPU, Temu Budiarti, menegaskan bahwa obat untuk ODGJ tersedia gratis. Namun ia mengingatkan, keberhasilan pengobatan sangat bergantung pada pendampingan keluarga.

‎“Obat minum setiap hari, kalau suntikan biasanya sebulan sekali. Yang penting ada yang mendampingi,” ucapnya.

‎Sebagian besar ODGJ di PPU pernah dirawat di rumah sakit jiwa sebelum akhirnya dipulangkan.

Meski kondisi dinyatakan membaik, pasien tetap harus melanjutkan pengobatan rutin di rumah.

‎Temu menjelaskan, jika keluarga mampu menerima kondisi pasien, maka mereka bisa kembali berfungsi normal, bahkan bekerja.

Namun sebaliknya, jika dijauhi masyarakat, pasien berisiko kembali kambuh dan stres.

‎Di Kecamatan Sepaku, terdapat pasien yang harus menjalani suntikan rutin karena sering kambuh.

Sedangkan di Sebakung, ada pasien yang dibiarkan keluarganya sehingga berkeliaran tanpa pengawasan. Kondisi ini mencerminkan pentingnya peran keluarga dalam proses pemulihan.

‎Menurut Temu, faktor pemicu gangguan jiwa cukup beragam. Mulai dari putus cinta, depresi, frustrasi, hingga tekanan masalah ekonomi. Usia penderita pun bervariasi, namun umumnya di atas 20 tahun.

‎Gejala yang muncul juga berbeda-beda, mulai dari yang ringan seperti sering melamun atau tertawa sendiri, hingga berat seperti mengamuk dan membahayakan orang lain.

‎“Kalau didampingi dengan baik, peluang pulihnya lebih besar,” tutup Temu. (TN01)