TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah daerah kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus menggenjot peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Bupati PPU, Mudyat Noor mengatakan hingga triwulan ketiga, PAD di wilaya ini mencapai 80 persen atau senilai Rp180 miliar dari target sekitar Rp200 miliar.
“Kita terus meningkatkan PAD, selalu mencapai target bahkan lebih. Saat ini saja sudah mencapai 80 persen, ini luar biasa,” ujar Mudyat, Senin (15/9/2025).
Ia menjelaskan capaian ini tidak lepas dari intervensi pemerintah daerah dengan terus menggenjot organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil.
Selain itu, beberapa kebijakan yang diserukan olehnya dinilai memengaruhi capaian PAD.
“Salah satu kebijakannya, pemda tidak akan memberikan tunjangan kepada pegawai apabila mereka tidak membayar pajak bumi bangunan (PBB)” jabarnya.
Menurutnya banyak pegawai pemerintahan memiliki beberapa bidang tanah. Penekanannya bahwa wajib bagi masyarakat patuh pajak, dengan tak lupa membayarkan PBB mereka.
“Mau tidak mau harus bayar, kalau nggak tunjangannya nggak akan cair,” tegasnya.
Lanjut Mudyat, pemda telah menginstruksikan bagi perusahaan yang terdaftar di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) agar patuh pada kewajiban PBB dan lainnya.
“Kewajiban itu harus dilaksanakan. Kalau abai, maka saya perintahkan perizinannya disetop,” kata dia.
Sektor PBB menjadi salah satu sumber pendapatan daerah yang paling utama. Realisasinya saat ini bahkan sudah melewati capaian 92 persen.
“PBB ini termasuk dalam salah satu yang kita genjot, karena masih banyak pemilik bidang tanah yang tidak terdaftar,” tutup Mudyat.
(TN01)












